Menjadi Tamu di Negeri Tercinta

Menjadi Tamu di Negeri Tercinta

TNI Angkatan Udara mempunyai peran penting dalam pengamanan aset Negara. Khusus untuk Pulau Sumatera pengamanan aset negara menjadi tugas dan tanggung jawab dari Lanud Pekanbaru yang memiliki Alutsista sebagai unsur kekuatan udara. Skadron Udara 12 dengan pesawat Hawk 109/209 buatan BAe ( British Aerospace ) secara rutin melaksanakan Operasi Patroli Udara. Skadron Udara 12 merupakan satu-satunya Skadron Udara milik TNI Angkatan Udara yang menjaga keseluruhan Pulau Sumatera dan perairannya.

Riau adalah salah satu provinsi NKRI yang berada di Sumatera Bagian Timur memiliki banyak aset Nasional yang bersifat sangat strategis dan menyangkut hajat hidup bangsa Indonesia. Provinsi tersebut terdapat kilang minyak bumi maupun gas alam walaupun dalam pengelolaannya diserahkan kepada PT. Chevron milik asing. Secara geografis, Riau pun berada ditengah-tengah pusat jalur perdagangan dunia Selat Malaka. Kualitas minyak dari hasil kelapa sawit di wilayah Riau bisa dikatakan sangat baik, itu semua dikarenakan mineral bumi daerah Riau memiliki kandungan minyak yang cukup besar. Jika seseorang berkunjung ke daerah Riau untuk pertama kali kemudian mandi, akan sangat terasa dikulit air dari dalam tanah berminyak. Kemungkinan besar masih banyak kandungan minyak bumi dan gas alam yang belum dieksplor di daerah tersebut.

Sangat disayangkan bahwa akhir-akhir ini banyak rakyat Riau yang menjual aset tanah mereka dalam jumlah yang cukup besar kepada pengusaha yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Dengan dalih akan digunakan untuk perusahaan kelapa sawit, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, lama-lama lahan yang begitu luas dan mengandung mineral yang besar akan dikuasai oleh orang asing. Dalam kata lain, kita akan menjadi tamu di negeri sendiri. Padahal salah satu tujuan ditempatkannya sebuah Skadron Udara tempur di Riau adalah untuk menangkal segala ancaman terhadap kedaulatan bangsa. Kondisi demikian sudah cukup rawan apabila sebagian besar tanah rakyat dibeli pihak asing.

Untuk pulau besar seukuran Sumatera, layaknya memiliki lebih dari satu Skadron Udara tempur. Paling tidak satu Skadron tempur di Sumatera Utara, satu Skadron Udara tempur di Riau, Satu Skadron Udara Intai Maritim di Riau dan satu Skadron Udara Angkut berat di Sumatera Selatan. Mengaktifkan kembali Denrudal yang ada di Dumai dan Banda Aceh, meng-upgrade Radar GCI dan Early Warning di Lhokseumawe, Dumai dan Tanjung Pinang.

Dengan kekuatan pertahanan yang kuat diharapkan pihak asing akan berfikir beribu-ribu kali untuk menguasai aset, tanah dan sumber daya alam yang berada dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentunya dengan menambah pendidikan bela negara dan cinta tanah air kepada masyarakat sekitar bahwa kedaulatan Bangsa menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam Amandemen UUD ’45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.

Wassalam

SevenEleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s