Garudaku

Garudaku

Line up center runway…nose wheel straight…hold brake and slam…sorti kedua dari misi telah airborne tidak ada lagi yang dipikirkan selain harus dapat membawa pesawat ini kembali dengan selamat dan misi sukses. Dua pesawat tempur melesat dengan kecepatan 400 knot atau sekitar 800 km/jam di ketinggian 500 ft agl. Diberitakan telah berlayar sebuah kapal Greenpaeace berbendera Belanda di perairan Selat Malaka tanpa Security Clearence dari pihak NKRI.

Sebuah misi Recce bertujuan untuk memberi tahu pada dunia bahwa Indonesia memiliki Kekuatan dan tidak ingin dilecehkan sedemikian rupa. Tinggal landas dari salah satu Pangkalan Udara di Riau dan hanya membutuhkan lima menit pesawat sudah menemukan kapal berbendera Belanda tersebut. Identifikasi, kapal berwarna putih bermotif hijau tersebut ternyata memiliki sebuah helly pad. Tetapi yang mengkhawatirkan adalah helly pad tersebut tidak ada sebuah helikopter pun di atasnya dan menandakan helikopter milik greenpeace tersebut telah mengudara. Jika kapal tersebut memasuki Selat Malaka tanpa ijin, dapat dipastikan helikopter tsb pun terbang tanpa ijin.

Apa pun yang terjadi belum memungkinkan untuk mengeksekusi kapal tersebut karena harus melalui beberapa birokrasi tingkat atas untuk melakukannya. Ditambah lagi kapal asing tersebut tidak bersenjata. Tetapi walaupun tidak bersenjata, memasuki wilayah NKRI tanpa ijin telah mengganggu kedaulatan Indonesia pada umumnya dan Black Panther muda pun “terbakar” Nasionalismenya. Menunggu perintah adalah pilihan yang paling tepat. Beruntung dengan tail number “tango tango” (TT) yang artinya adalah tempur taktis yang berarti sasaran tempur taktis yang cenderung diam dan tidak bergerak cepat. Sehingga sambil menunggu perintah sasaran tidak akan bergerak jauh.

Setelah menunggu beberapa menit dengan loiter 25 menit, ruang operasi di home base mem-publish perintah untuk Return to Base. Rupanya dalam proses sortie pertama dan dilanjutkan pada sortie kedua koordinasi telah dilakukan pihak Greenpeace ke pihak Indonesia. Perintah untuk Return to Base tidak dapat dihindari. Sebagai tentara langit berjiwa Sapta Marga, perintah adalah kewajiban. Sambil berputar 180° dan mengambil ancang-ancang melakukan low pass di atas kapal putih bercorak hijau tersebut. Paling tidak dengan getaran sub sonic dari pesawat dapat membuat peralatan avionic dari kapal tersebut mengalami gangguan. Suatu hal yang pantas karena telah melecehkan kedaulatan NKRI.

Swa Bwana Pakca

Wassalam

SevenEleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s