Tentang Ruang Udara Bangsa Bertuah

Tentang Ruang Udara Bangsa Bertuah

 Setiap Negara memiliki kedaulatan yang lengkap dan eksklusif terhadap ruang udara di atas wilayahnya, dan tidak dikenal adanya hak lintas damai (sesuai dengan Konvensi Geneva 1944). Membaca pernyataan tersebut maka akan timbul beberapa pertanyaan penting bagi kita rakyat Indonesia. Seberapa luaskah ruang udara yang dimiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia? Seberapa kuatkah kemampuan bangsa Indonesia untuk menjaga wilayah dirgantaranya?

Berbicara tentang batas wilayah ruang udara suatu negara maka tidak lepas dari istilah GSO (Geo Stationery Orbit). GSO adalah ruang udara dimana suatu ruang udara yang dapat digunakan sebagai garis orbit satelit. GSO hanya berada pada ruang udara yang berada di atas garis Khatulistiwa seperti Indonesia, Kolombia, Ekuador, Brazil, Zaire, Uganda dan Kenya. Sedangkan Menurut Prof DR H Priyatna Aburrasyid, SH (mantan  Direktur International Institue of Space Law) panjang GSO yang melintas di atas ruang udara NKRI sejauh sekitar 35 ribu kilometer.

 

                           Credit Foto by Google

Melihat betapa luasnya GSO yang kita miliki, tidak salah jika penulis katakan bahwa kekayaan NKRI di wilayah udara pun sangat besar. Seandainya negara-negara maju yang menggunakan ruang udara NKRI memberikan kontribusi untuk devisa negara. Semua peralatan seperti televisi, radio maupun GPS bahkan persenjataan militer mutakhir pasti menggunakan  teknologi yang berkaitan dengan satelit. Maka sangat besar keuntungan yang akan masuk ke kas negara. Kenyataan berkata sebaliknya, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan kita dimasa lampau maka hukum rimba yang berlaku “first come first serve”.

Harus diakui ketidakmampuan bangsa kita sampai saat ini untuk menjaga dan memanfaatkan kekayaan dirgantara Indonesia yang begitu besar. Semua tidak lepas dari peran kekuatan militer yang kita miliki. Kemungkinan besar bangsa yang besar ini tidak dipandang sebelah mata oleh bangsa-bangsa di dunia karena tidak mampu bersaing dalam hukum rimba yang telah berjalan puluhan tahun karena kekuatan militer yang masih lemah. Jika dilihat dari data yang ada saat ini, memang alutsista yang Indonesia miliki tergolong banyak, tetapi masih kurang banyak jika dibandingkan dengan luasnya negara ini.

Tidak terlalu muluk-muluk sebenarnya jika kita bermimpi NKRI akan menjadi kekuatan utama di dunia dan menguasai kekuatan dunia, karena potensi yang kita miliki memang sangat besar. Dengan menguasai ruang udara yang seharusnya milik kita maka semua negara-negara didunia akan sangat bergantung pada bangsa yang bertuah ini. Karena Kekaisaran Mongol saja membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat menguasai ¾ wilayah Euroasia dan kekhalifahan muslim dimasa lampau pun untuk dapat menguasai konstantinopel membutuhkan berabad-abad. Jadi bukan mustahil NKRI pun bisa jika mempunyai komitmen berbangsa dan tanah air.

“Hanya sebuah pemikiran awam seseorang yang ingin menjadi lebih baik dari hari ini”

 

Wassalam

SevenEleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s