Macan Hitam Bumi Bertuah

TUGAS

Sesuai dengan semboyannya “Swa Buana Pakca” yang berarti sayap tanah air, TNI Angkatan Udara bertugas menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia termasuk diantaranya menciptakan Kekuatan Udara yang dapat menjaga aset negara baik berada di darat, laut maupun udara. Pulau Sumatera merupakan bagian dari Indonesia yang di dalamnya masih banyak menyimpan sumber daya alam berlimpah ruah. Dengan begitu banyaknya aset negara yang tersimpan dalam bumi Sumatera tersebut maka TNI Angkatan Udara merasa perlu untuk menempatkan alutsista sebagai wujud nyata dari pelaksanaan tugas-tugasnya.

Sesuai dengan UU TNI pasal 10, Angkatan Udara bertugas:

  • melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan;
  • menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi;
  • melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara; serta
  • melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara.

Skadron Udara 12 dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AU maka mengemban tugas antara lain; melaksanakan Operasi Lawan Udara Ofensif, Operasi Dukungan Udara dan Operasi Pertahanan Udara.

SEJARAH

Tercatat beberapa kali Skadron Udara 12 mengalami perpindahan Home Base dan pesawat. Pada tahun 1963 Skadron Udara 12 pernah bertugas di Lanud Kemayoran dengan pesawat Mig 19 dan 21. Karena perubahan politik Indonesia dari Rusia ke Amerika Serikat maka semua pesawat buatan Rusia terpaksa di grounded sehingga menyebabkan Skadron Udara 12 dibekukan untuk sementara.

Kemudian pada awal tahun 1980 blok barat memberi kesempatan pada Indonesia untuk mengisi kekosongan selama bertahun-tahun dengan datangnya pesawat A 4 Skyhawk dari Angkatan Udara Israel dan ber-Home Base di Lanud Iswahjudi Madiun. A-4 Skyhawk yang dimiliki TNI Angkatan Udara merupakan pesawat handal Battle Proven karena pernah dipakai dalam pertempuran lima hari antara Israel melawan Negara-Negara Arab. Pada tahun 1983 Skadron Udara 12 dipindahkan ke Kota Pekanbaru Riau melalui “Ops Boyong” untuk mengisi kekosongan pertahanan negara di Wilayah Udara Sumatera sehingga tanggal 2 Mei 1983 dicatat sebagai hari jadi Skadron Udara 12.

OPERASI UDARA DAN LATMA OVERSEAS

Black Panther adalah callsign dari awak pengawal dirgantara di Bumi Lancang Kuning Riau dan satu-satunya Skadron Udara Tempur yang ditempatkan di Wilayah Sumatera. Selama 28 tahun pengabdiannya Skadron Udara 12 melaksanakan beberapa Operasi Udara diantaranya, Operasi Patroli Udara, Operasi Pertahanan Udara dan Operasi Pengamanan AKLI I (Alur Laut Kepulauan Indonesia I). Bahkan sejarah pun mengatakan bahwa Skadron tempur ini pernah ikut menegakkan panji-panji NKRI dalam operasi Dwikora pada masa pemerintahan orde lama.

Dengan menggunakan Pesawat Hawk 109/209 buatan BAe (British Aerospace) yang datang di Indonesia pada tahun 1996, termasuk pesawat canggih dengan peralatan avionic dari generasi ke empat berfungsi untuk memaksimalkan para punggawa udara dalam mengemban tugas mulia tersebut. Dalam beberapa Joint  Excersice dengan negara lain seperti Elang Malindo (Malaysia), Elang Indopura (Singapura) dan Elang Thainesia (Thailand) Skadron Udara 12 senantiasa memberikan hasil terbaik untuk bangsa dengan menunjukan Performance yang handal karena seluruh personelnya memiliki kemampuan yang baik untuk menjadi garda terdepan bagi pertahanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KEMAMPUAN SPESIFIKASI TEKNIK

Pesawat Hawk 109/209 adalah pesawat LIFT (lead in fighter). Akan tetapi karena memiliki peralatan avionic dan armament yang canggih, pesawat ini mampu menjadi pesawat tempur taktis. Hawk 209 varian single seater memiliki radar dengan daya jangkau sejauh 80 Nm atau 160 kilometer, selain itu pesawat ini juga mampu dipersenjatai dengan bom pintar seperti AGM 65 Maverick dengan jarak launch efektif sejauh 7-10 Nm. Selain itu Pesawat Hawk 209 jugamampu untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara sehingga radiun of action pesawat tersebut bisa dua kali lipat dari jarak normalnya.

Skadron Udara 12 juga memiliki teknisi-teknisi hebat yang mampu menginovasikan segala kemampuannya agar kesiapan tempur selalu terjaga. Walaupun beberapa tahun lalu bangsa kita sempat masuk dalam kondisi embargo, para teknisi ini mampu membuat kesiapan pesawat tetap optimal. Di bawah panji-panji Pangkalan TNI Agkatan Udara Pekanbaru bendera “Macan Hitam” tetap berdiri tegak di bumi lancang kuning nan bertuah. Sang “Macan Hitam” menjaga tegaknya Sang Merah Putih di bumi Indonesia dan senantiasa menjaga pertahanan dan kedaulatan NKRI sampai titik darah penghabisan.

SPESIFIKASI TEKNIK

Tipe:    MK 209

Penggunaan    :           Ground Attack/All Weather

Pabrik  : British Aerospace (England)

Motor   : Adour MK 871

Thrust  : 5870 lbs

Kecepatan Maks         :           575 Kts/ 1,2 M

Kecepatan Cruising    :           540 Kts/0,83 M

Kecepatan Stall           :           110 Kts

Tinggi Maks    :           48000 Kaki

Air Defence     :           100 NM (tanpa Airefueling)

Air Interdiction :           250 NM (tanpa Airefueling)

PENUTUP

Demikian sekelumit tentang Skadron Udara 12 sebagai pembela tanah air dan bangsa semoga bias menjadi tauladan bagi seluruh generasi muda maupun semua kalangan.

4 thoughts on “Macan Hitam Bumi Bertuah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s