Pasukan Garuda Timnas Indonesia (Football Nationalism)

Pasukan Garuda Timnas Indonesia (Football Nationalism)

Garuda…didadaku…Garuda…kebanggaanku…

Ketika mendengarnya seketika otak mengirim signal ke susunan  syaraf tulang belakang dan sampai ke syaraf panca indera sehingga  membangkitkan emosi rasa cinta tanah air serta membuat bulu roma berdiri karena rasa bangga. Pertengahan tahun 2010 dirasakan sebagai tonggak kebangkitan persepakbolaan di tanah air, ketika saat itu pasukan timnas Garuda dengan kostum Merah Putihnya bertarung di lapangan hijau dalam pertandingan sesama Negara ASEAN.

Mulai dari tukang sapu sampai pejabat daerah, PNS bawahan sampai anggota DPR, artis, dokter, pilot dan profesi lainnya disatukan oleh penampilan timnas yang memukau. Mulai dari radio 12 band sampai dengan televisi 50 inch pada saat itu menampilkan acara pertandingan sepak bola dengan penuh harapan. Harapan kemenangan tim nasional Indonesia di tengah-tengah bangsa yang sedang “panas” oleh situasi politik dan korupsi. Bahkan saya yakin koruptor paling kelas kakap pun saat itu ikut menyaksikan pertandingan dari dalam jeruji besi dan berharap Indonesia tampil sebagai juara. Indonesia tampil kembali di ajang Internasional, terutama piala dunia 2014.

Seorang teman berkata, “saya paling tidak suka nonton sepak bola, karena hanya menghabiskan waktu istirahat saja” tetapi saat pertandingan tersebut berlangsung, teman tersebut duduk di kursi paling depan dalam acara “nonton bareng” pertandingan Indonesia vs Malaysia. Indonesia ternyata masih bisa bersatu, Indonesia masih bisa melupakan persaingan dan perebutan kekayaan dan kakuasaan, Indonesia ternyata masih bisa berada dalam satu visi, tim nasional sepak bola Indonesia menyatukan apa yang terpisah dari bangsa ini.

Indonesia Menang! Indonesia Menang! Demikian sorak sorai rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke, sorak sorai seorang mantan GAM di Provinsi NAD sampai suara seorang OPM di Papua Barat. Semua terpacu oleh nasionalisme yang tidak dibuat-buat. Pertanyaannya, kenapa nasionalisme seperti ini belum bisa diterapkan dalam bidang politik dan ekonomi? Dimana para lakon bangsa memiliki visi yang sama untuk saling mendukung, bahu membahu membangun bangsa ini, agar Bangsa Indonesia tampil di muka dunia sebesar dan seluas Negaranya. Bisakah? Mampukah? Kenapa tidak?

Credit foto by Google

Garuda…didadaku…Garuda…kebanggaanku…

Walaupun malam ini kalian menerima kemenangan yang tertunda ketika melawan Iran dalam pra piala dunia 2014, maju terus persepakbolaan Nasional. Pacu terus semangatmu! Agar semua komponen bangsa ini bersatu dengan nasionalisme yang kalian ciptakan. Pejuang tidak selalu lahir di medan peperangan, tetapi juga lahir di lapangan hijau. Mari kita jawab tantangan ini.

Wassalam

Seven Eleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s