Dokumentasi Seminar Pertahanan 2012

Terselenggara atas kerjasama Akademi Angkatan Udara, Lembaga Kajian Pertahanan “KERIS” dan Pamungkas AAU 2001 beserta beberapa elemen mahasiswa Jogjakarta lainnya

Jogja Tribun

Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Akademi Angkatan Udara sebagai lembaga pendidikan pembentuk calon pemimpin Bangsa menyadari arti penting dari kepentingan nasional dalam rangka menyelenggarakan pertahanan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bersamaan dengan rangkaian memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-65 Tahun 2012, Akademi Angkatan Udara dan Ikatan Alumni Akademi Angkatan Udara Tahun 2001 (PAMUNGKAS) AAU 2001.

Bersama elemen generasi muda sipil yang sangat peduli dengan pertahanan Negara yaitu Lembaga Kajian Pertahanan untuk Kedaulatan NKRI “KERIS”, Lembaga Mahasiswa Filsafat (LMF) Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada dan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan sebuah Seminar Nasional Pertahanan yang bertemakan “Konsep Pertahanan Negara Kepulauan Dalam Menghadapi Peperangan Asimetris”. Kegiatan akan berlangsung pada Sabtu, 2 Juni jam 08.00-16.00 di Gedung Sabang Merauke Akademi Angkatan Udara, jalan Laksda Adi Sutjipto Kesatrian AAU Yogyakarta.

Turut hadir dalam seminar, Panglima KODAM V / Diponegoro, Mayjen TNI Muhlim Asyrof yang akan memimpin diskusi panel I bertemakan “Kondisi Keamanan Wilayah Jawa Tengah dan DIY terkait Ancaman Asimetris”. Sementara Panglima Armada RI kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Agung Pramono akan membawakan materi tentang Kondisi Keamanan Laut Indonesia. Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional, Marsda TNI JFP Sitompul juga akan memberikan materi tentang Kondisi Keamanan Ruang Udara Indonesia terkait Ancaman Asimetris.

Pada diskusi panel II, Sekretaris Jenderal Kementrian Pertahanan RI, Marsekal Madya TNI Eris Herryanto akan memberikan materi tentang Kebijakan, Strategi dan Penyiapan Pertahanan Indonesia dalam mengatasi Ancaman Asimetris. Selain pemateri di atas, seminar ini juga akan mengundang Gubernur DIY, Sri Sultan HB X sebagai penyampai keynote dengan tema Implementasi Visi Indonesia sebagai Negara Kepulauan.

Untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini,peserta hanya dibebani biaya Rp 25 ribu untuk pelajar, Rp 50 ribu untuk mahasiswa dan Rp 100 ribu untuk umum. Adapun Ketua OSIS dan Pradana Ambalan Pramuka SMA/SMK/MA, dapat mengakses seminar ini dengan gratis. Fasilitas seminar meliputi seminar kit, materi seminar, coffee break dan makan siang.

http://jogja.tribunnews.com/2012/06/01/aau-gelar-seminar-nasional-pertahanan

Kemhan RI

Yogyakarta, DMC –Wujud kesatuan pertahanan dalam menghadapi perang asimetris adalah perlunya sistem pertahanan yang fleksibel. Hal itu dilaksanakan dengan melakukan perumusan doktrin nirmiliter dan Strategi Pertahanan Negara guna memperkuat pertahanan militer dan nirmiliter.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto S.IP, Sabtu (2/6), saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Pertahanan bertemakan “Konsep Pertahanan Negara Kepulauan Dalam Menghadapi Peperangan Asimetris”, di Ksatrian Akademi Angkatan Udara, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lebih lanjut Sekjen Kemhan menekankan bahwa dalam mengatasi perang asimetris diperlukan kesamaan visi dengan melakukaan konsultasi publik baik dengan DPR maupun dengan masyarakat sehingga keberadaannya jelas dan mudah diimplementasikan. Selain itu, peningkatan edukasi masyarakat adalah salah satu faktor penentu kualitas unsur utama dalam menghadapi berbagai ancaman nirmiliter dalam perang asimetris.

Dijelaskan oleh Sekjen Kemhan bahwa perang asimetris sangat sulit diawasi karena tidak terlihat bentuknya. Maka tidak ada cara lain selain melakukan pertahanan berlapis dengan menggunakan komponen cadangan yaitu segenap bangsa Indonesia. Hal itu dapat dilakukan dengan penanaman rasa Bela Negara untuk menghadapi ancaman asimetris tersebut. Pada awal paparannya Sekjen Kemhan mengharapkan hasil seminar ini dapat melengkapi konsep pertahanan yang disusun oleh Kementerian Pertahanan.

Gubernur Provinsi D.I Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam seminar ini yang menjadi pembicara kunci mengangkat tema “Implementasi Visi Indonesia Sebagai Negara Kepulauan”. Pembicara dalam Seminar Nasional yang dibagi dalam dua sesi diskusi panel ini antara lain ; Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Ir Mulhim Asyrof, Panglima Armada RI Kawasan Timur Laksda TNI Agung Pramono SH, M.Hum, Panglima Komando Pertahanan Udara Marsda TNI J.F.P Sitompul, dan Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta Achmad Charris Zubair.

Seminar Nasional ini diharapkan dapat menumbuhkan dan memupuk rasa nasionalisme bagi seluruh lapisan Bangsa Indonesia terutama generasi mudanya. Seminar ini juga diharapkan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai konsep pertahanan Indonesia sebagai Negara kepulauan dalam menghadapi ancaman peperangan asimetris. Sehingga melalui seminar ini dapat dibangkitkan kesadaran akan pentingnya pertahanan (defence awareness) terutama menghadapi ancaman nirmiliter atau ancaman asimetris.

Seminar ini diadakan oleh AAU, Perwira Muda Angkasa (Pamungkas) AAU 2001 bekerjasama dengan Lembaga Kajian Pertahanan untuk Kedaulatan NKRI (KERIS) dan Lembaga Mahasiswa Filsafat (LMF) Fakultas Filsafat UGM, serta Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) Universitas Muhammaddiyah Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI Angkatan Udara ke-65 Tahun 2012. Seminar Nasional Pertahanan ini juga diikuti oleh pelajar, Mahasiswa dan Taruna Akademi TNI, Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan Akademisi.

http://www.dmc.kemhan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1222%3Amenghadapi-perang-asimetris-diperlukan-sistem-pertahanan-yang-fleksibel&catid=36%3Aiptek-a-pendidikan&Itemid=61

Jogja TV

Yogyakarta,www.jogjatv.tv –Dalam rangka rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti TNI Angkatan Udara ke-65, Akademi  Angkatan Udara (AAU), ikatan alumni AAU tahun 2001, dan lembaga kajian pertahanan untuk kedaulatan NKRI, Sabtu pagi, menyelenggarakan Seminar Nasional Pertahanan. Seminar tersebut mengambil tema Konsep Pertahanan Negara Kepulauan Dalam Menghadapi Peperangan Asimetris.

Dalam seminar tersebut, Gubernur AAU, Marsekal Muda Tni Bambang Samoedro menyampaikan, Indonesia selain memiliki posisi yang strategis, ternyata juga memiliki aspek-aspek yang dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah. Ancaman tersebut digolongkan dalam ancaman militer dan nirmiliter atau ancaman asimetris. Dengan penyelenggaraan seminar, diharapkan akan melahirkan beragam ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan membangun konsep pertahanan negara kepulauan dalam menghadapi peperangan asimetris tersebut.

Sementara itu, pembicara dalam seminar, Mayor Jenderal Tni, Mulhim Asyrof menegaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dan memiliki kekayaan yang sangat berlimpah. Namun bangsa ini seringkali lupa akan kekayaan tersebut, sedangkan kondisi demografi dan geografi indonesia sangat mudah dimasuki apa saja, termasuk faham radikalisme yang efektif untuk memicu terorisme.

http://www.jogjatv.tv/berita/02/06/2012/konsep-pertahanan-negara-kepulauan

Pen AU

(30/5), AAU menjadi tuan rumah bersama (co-host) dalam seminar pertahanan yang mengambil tema “Konsep Pertahanan Negara Kepulauan dalam Menghadapi Perang Asimetris”. Seminar ini diprakarsai oleh Alumni AAU 2001 (Pamungkas) yang bekerjasama dengan Lembaga kajian pertahanan untuk kedaulatan NKRI (Keris), lembaga Mahasiswa Filsafat (LMF), Fakultas Filsafat UGM, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jelas Kapten Lek panca Prawira, S.T. salah satu panitia.

Seminar yang berlangsung sehari ini akan menampilkan Keynote Speaker Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur Propinsi DIY. Dengan tema “Implementasi Visi Indonesia sebagai Negara Kepulauan”.

Seminar Nasional ini akan menampilkan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Ir. Mulhim Asrof dengan tema “Kondisi Keamanan Wilayah Jawa tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta Terkait Ancaman Asimetris.”

Pangkoarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum dengan tema Kondisi keamanan laut Indonesia terkait ancaman Asimetris”. Sedang dari Angkatan Udara diwakili oleh Pangkohanudnas Marsekal Muda TNI. J.F.P Sitompul dengan tema “Kondisi Keamanan ruang udara Indonesia terkait ancaman Asimetris.”

Seminar nasional Pertahanan ini bertujuan untuk melahirkan ide, gagasan yang kreatif nan cerdas guna mengembangkan dan membangun sebuah konsep Pertahanan Negara kepulauan dalam menghadapi perang Nirmiliter.

http://tni-au.mil.id/berita/jelang-hari-bhakti-tni-au-ke-65-aau-gelar-seminar-nasional-pertahanan

Pen AAU

YOGYAKARTA, (PRLM).- AAU menjadi tuan rumah bersama (co-host) dalam seminar pertahanan yang mengambil tema “Konsep Pertahanan Negara Kepulauan dalam Menghadapi Perang Asimetris”. Seminar ini diprakarsai oleh Alumni AAU 2001 (Pamungkas) yang bekerja sama dengan Lembaga Kajian Pertahanan untuk Kedaulatan NKRI (Keris), Lembaga Mahasiswa Filsafat (LMF), Fakultas Filsafat UGM, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Perwakilan panitia, Kapten Lek panca Prawira, S.T. mengatakan, seminar yang berlangsung sehari ini akan menampilkan keynote speaker Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur Provinsi DIY yang menyampaikan materi “Implementasi Visi Indonesia sebagai Negara Kepulauan”. Selain itu ada Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Ir. Mulhim Asrof yang menyampaikan materi “Kondisi Keamanan Wilayah Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta Terkait Ancaman Asimetris.”

Tidak ketinggalan Pangkoarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum yang menyampaikan materi “Kondisi Keamanan Laut Indonesia Terkait Ancaman Asimetris”. Sedangkan dari Angkatan Udara diwakili oleh Pangkohanudnas Marsekal Muda TNI. J.F.P Sitompul yang menyampaikan materi “Kondisi Keamanan Ruang Udara Indonesia Terkait Ancaman Asimetris.”

Seminar nasional pertahanan ini bertujuan untuk melahirkan ide, gagasan yang kreatif nan cerdas guna mengembangkan dan membangun sebuah konsep pertahanan negara kepulauan dalam menghadapi perang Nirmiliter.

http://www.pikiran-rakyat.com/node/190500

 

 

PemProv DIY

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Bekali Karbol DIY Olah Pikir Dan Wawasan Negara Kepulauan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Satya Legowo
Senin, 04 Juni 2012 00:13
 

Gubernur Hamengku Buwono X Bekali Karbol DIY Olah Pikir Dan Wawasan Negara Kepulauan

SLEMAN,(2/6/2012) pemda-diy.go.id, – Membicarakan Indonesia dengan melupakan perhatian pada pulau dan lautan, sesungguhnya berlawanan dengan keadaan sebenarnya, ini disadari bahwa konvensi kelautan nusantara adalah sumber kemakmuran bagi masyarakat Indonesia, bagi Negara kepulauan, laut ibarat mata telinga, sekaligus sumber pengharapan akan masa depan yang lebih baik, maka yang perlu mendapatkan perhatian seharusnya bagaimana memanfaatkan laut demi kesejahteraan rakyat, keadilan dan perdamaian

Hal demikian dikemukan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Keynote speakernya yang ber tajuk “Implementasi Visi Indonesia sebagai Negara Kepulauan” pada Seminar Nasional Pertahanan, dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU ke 65, di gedung Sabang Merauke Akademi Angkatan Udara, sabtu (02/06) dihadapan perwira muda TNI, anggota forum komunikasi, taruna AAU (Karbol), mahasiswa dan pelajar,

Dikatakan Sultan Hamengku Buwono X bahwa Konsep wawasan bahari yang diperjuangkan sejak 1957 lewat deklarasi Juanda, akirnya diakui dunia dengan batas wilayah territorial laut 12 mil yang seharusnya hanya 3 mil, dari garis pantai terluar kepulauan Indonesia saat air laut surut, dan zona ekonomi eklusif 200 mil dari wilayah territorial Indonesia, dengan diterimanya konvensi hukum laut PBB tahun 1982, memantapkan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia,

lebih lanjut Gubernur DIY menambahkan , bahwa semua itu memperlihatkan adanya upaya untuk meneguhkan kesadaran sebagai Bangsa dan Negara maritim sebagai menempatkan laut sebagai yang utama, dan memegang peran sentral peran itu sudah diakui kebenaranya, dalam sejarah peradaban bangsa, dalam kenyataanya tidak diikuti kebijakan-kebijakan yang lebih berorientasi pembangunan bermatra kelauatan, juga dalam bentuk memperkuat peningkatan kapasitas ankatan laut yang memadai, untuk merealisaikan klaim sebagai Negara kepulauan tersebut, apalagi untuk mewujudkan kejayaan Negara maritim yang unggul, mampu menguasai wilayah laut kita sendiri, pada masa lalu Indonesia adalah Negara besar yang disegani dikawasan asia, bahkan mungkin diseluruh dunia,

Pengalaman sejarah menunjukan bahwa kota pelabuhan harus didukung oleh hasil pertanian yang menjadi komoditas unggul dari wilayah pedalaman, dimasa kini ketangguahan agrarian dan maritime yang modern adalah pilar utama kejayaan sebuah Negara maritime, Kejayaan tersebut seakan tertutup oleh potret kemiskinan yang melanda rakyat Indonesia, kecintaan terhadap laut juga semakin dangkal, ini terjadi karena belum adanya visi yang jelas, sehingga laut diposisikan sebagai halaman belakang, sehingga pertahanan laut kadang terabaikan.

Paradigma baru organisasi tempur sebenarnya lebih pada pasukan campuran, dari ketiga unsur, AD,AL,AU, dan dipimpin oleh Panglima Komando gabungan, untuk komando wilayah pertahanan tertentu, jadi bagaimana menggunakan ketiga angkatan dalam sistim pertahan yang tepat, sehingga kalau terjadi perubahan foundamental dengan lompatan paradigmatic berubah harapan akan menjadi jaminan sisitem building sub stansibilitas NKRI dimasa depan. tandasnya.

Demikian pula, Gubernur AAU, Marsekal Muda TNI, Bambang Samoedro, S.Sos dalam sambutannya pada seminar yang bertema “Konsep Pertahanan Negara Kepulauan dalam menghadapi Peperangan Asimetris” mengatakan, bahwa Deklarasi Juanda 1957 dan unclos 1982 menempatkan Indonesia sebagai Negara kepulauan dengan luas wilayah laut 5,2 Km2 terdiri atas teritoriral dan wilayah zone ekonomi eklusif Indonesia (ZEEI), hal ini menjadikan Indonesia Negara maritime dan daratan terbesar didunia, disamping posisi yang setrategis, pada saat yang sama terdapat pula aspek-aspek ancaman bagi kedaulatan RI, baik ancaman bersenjata, maupun ancaman Asimetris, yang berdimensi ideologi, politik sosial dan budaya, teknologi dan informasi.

Seminar Nasional Pertahana ini juga menghadirkan beberapa nara sumber diantaranya Sekjen Kementrian Pertahanan RI, Marsdya TNI Eris Haryanto,MA, Pangdam IV/Diponegoro Majen TNI Ir. Mulhom Asyrof, Pangkohanudnas Marsda TNI JFP Sitompul, Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, SH. MHum, dan Prof,Achmad Charris Zubair, dosen filsafat UGM.

http://portal.jogjaprov.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=720&Itemid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s