Dilema Gold, Gospel and Glory Antara Amerika Serikat dan China

Amerika Serikat, sebuah Negara yang pada masa George W Bush berkuasa, pernah menempatkan Indonesia di urutan teratas sebagai Negara sarang teroris yang dinilai cukup mengancam keberadaan serta kepentingan Amerika Serikat di dunia. Sejalan dengan pemikiran Amerika Serikat terhadap China sebagai Negara yang sedang berkembang sangat pesat dan menimbulkan image bahwa China adalah sebuah Negara adi daya baru yang sangat besar serta bersahabat kepada Negara-negara kawasannya semakin menciptakan anggapan Amerika terhadap China bahwa Negara “Sang Naga Merah” tersebut seakan-akan ingin mengembangkan hegemoninya di kawasan Asia Timur, Tenggara hingga Selatan. Dari tulisan ini penulis ingin menggambarkan tentang posisi silang Indonesia yang berada di antara Negara Super Power Amerka Serikat terhadap “Sang Super Naga” wujud dari Negara Adi Daya baru yang mana kedua Negara tersebut sama – sama ingin menunjukkan diri sebagai “kakak tertua” penjamin keamanan bagi Indonesia Raya.

Sedikit menelisik pada pada sejarah 5 – 6 abad yang lampau ketika bangsa barat untuk pertama kalinya mendarat di Nusantara dan sedikit mundur pada masa abad 8 – 9 yang lalu dimana Bangsa China pun mendaratkan pengaruhnya di Nusantara. Keduanya sama kepentingan  dan maksud yakni untuk memperluas hegemoninya serta melakukan misi-misi yang bersifat ekspansif baik melalui bidang ekonomi, politik maupun social budaya dengan tujuan utama adalah demi mendapatkan “gold, gospel and glory”.

 Jika kita majukan cerita menuju awal abad ke 20 dimana terdapat dua kekuatan “bi-polar” yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam “cold war” yang merupakan suatu bentuk peperangan ideology melalui peperangan informasi untuk menciptakan “the new world order” dan ujungnya tetaplah kepada kejayaan “gold, gospel and glory”, kemudian keruntuhan Uni Soviet diakhir abad ke 20 sebagai wujud kekalahan hegemoninya diikuti oleh Amerika Serikat sebagai kekuatan tunggal di dunia tanpa saingan terbukti dengan kroni – kroni Soviet yang semakin menuju ke arah kapitalisme yang dianut oleh “Sang Adi Daya Tunggal” . Kembali kepada “gold, gospel and glory” bahwa Amerika Serikat dengan mudahnya beberapa kali “menguasai daerah timur tengah sebagai daerah sumber daya mineral minyak bumi terbesar di dunia terlihat dengan super control nya Amerika menjatukan Hosni Mubarak, Saddam Hussein, Moamar Ghadaffi serta Osama Bin Laden.

China, Negara “Sang Naga Merah” dari daratan Asia, merupakan sebuah Negara yang pernah tidak berdaya dengan system yang dianutnya pada akhir abad 19 sampai awal abad 20. Namun, sepertinya keterpurukkan bukanlah menjadi tantangan berat bagi Negara yang memiliki jati diri serta identitas kebangsaan hingga 5000 tahun yang lalu tersebut. China telah bangkit ,menjadi Negara “super power” baru melalui tahapan – tahapan yang sebenarnya cukup unik. Muncul sebagai Negara produsen barang – barang tiruan mulai dari teknologi yang simple sampai dengan super teknologi; mulai dari mainan anak – anak; perlengkapan elektronik; pengembangan teknologi kendaraan bermotor; dan yang cukup menggetarkan dunia terutama Amerika Serikat adalah China hadir sebagai Negara produsen peralatan perang yang canggih dan mutakhir serta diproduksi massal untuk kepentingan pertahanan dalam  negerinya maupun dijual ke Negara- Negara kawasan.

Melihat hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat maupun China yang selalu menjadi pembicaraan hangat oleh beberapa kalangan elit nasional maupun internasional, semakin menumbuhkan pra-anggapan yang kuat bahwa masa depan Negara kepulauan yang bernama Indonesia Raya akan berada dalam posisi tengah diantara maneuver antara Amerika Serikat dan China. China yang telah mengumandangkan sebuah icon the big brother of Asia” (hampir mirip dengan icon  Jepang  kala menguasai  Asia Tenggara : “Jepun sebagai Saudara Tua Dari Timur”) tampaknya mulai bersifat ekspansif dengan niat tulusnya untuk menguasai Spratly Island di Laut China Selatan, walaupun secara geografis kepulauan tersebut lebih condong kearah kepulauan Philipina. Sehingga jika kenginan China untuk ekspansi terhadap Spratly Island tersebut berhasil sesuai keinginan “Sang Naga Merah”, maka tidak menutup kemungkinan dikemudian hari China akan meneruskan ekspansinya kearah lebih selatan lagi yakni Pulau Natuna, Indonesia. Maka menjadi hal yang tidak mustahil ketika Amerika Serikat menghadirkan 2500 pasukan marinir mereka di Darwin Australia dimana tempat tersebut merupakan tempat yang sangat strategis untuk mengawasi pergerakkan ekspansi China terhadap Indonesia karena tentunya Amerika memiliki kepentingan yang lumayan besar tentang keberadaannya di Indonesia pula. Singkat katanya adalah: “Indonesia memang begitu memikat bangsa – bangsa di dunia sejak zaman dahulu hingga sekarang.”

 Indonesia adalah Negara yang memiliki wilayah lautan yang sangat luas di dunia ini. Kekayaan Laut Indonesia begitu besar melimpah termasuk mineral – mineral yang terkandung di dalamnya. Jika kembali kepada “gold, gospel and glory” maka pertanyaan besar adalah:”Siapa yang sanggup untuk berpaling dari Indonesia?” dan “siapa yang tidak tergiur dengan emas, uranium, minyak bumi, gas alam, rempah – rempah, dan lainnya yang terkandung dalam bumi Indonesia Raya?”

 Jika kita melihat kondisi serta apa yang sedang direncanakan oleh China maupun Amerika Serikat saat ini, maka sudah sepantasnya kita bangsa Indonesia harus menjadi “adik yang baik namun cerdas”, Indonesia harus tetap waspada walaupun China akan menyetujui transfer of technology dari rudal C-705. Sejalan dengan hal tersebut, ketika Amerika Serikat terus membelikan “mainan bagus” untuk “adiknya” namun kewaspadaan tetap harus terjaga agar Indonesia tidak “terjual” sehingga jangan ada satu titik pun dari wilayah dan kekayaan Indonesia menjadi keberhasilan tujuan “gold, gospel and glory” bagi China dan Amerika Serikat.

 

“Pemikiran Sederhana Seorang Rakyat Jelata”

 

Seveneleven

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s