Penanggulangan Kebakaran Hutan Sumatera Berawal Dari Hati Nurani

Kebakaran hutan dipahami oleh berbagai ahli telah terjadi sejak zaman belasan ribu tahun yang lalu yang disebabkan oleh panas bumi maupun musim kemarau berkepanjangan. Namun, dalam milenium terakhir kebakaran hutan yang dianggap terjadi secara alami telah beralih disebabkan oleh ulah manusia baik demi mempermudah perburuan; membuka lahan-lahan pertanian; maupun perkebunan kelapa sawit. Pada dasarnya manusia hidup di dunia adalah sebagai makhluk agraris yang gemar menggapai kesuksesan  dengan minimal kesulitan. Memang, fenomena El-Nino yang kerap tahun melanda Asia Tenggara telah ikut berperan membawa musim kering berkepanjangan sehingga menambah kesulitan dalam penanggulangan kebakaran hutan. Pulau Sumatera, adalah sebagai salah satu korban utama dalam kebakaran hutan setiap tahun di Indonesia. Dengan struktur tanah yang panas, dilengkapi mineral bumi yang cukup banyak sangat mendukung Sumatera sebagai salah satu pusat perkebunan kelapa sawit di Indonesia penghasil minyak nabati yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi, semua itu bias juga dilakukan tanpa merusak hutan dengan cara pembakaran hutan. Perlu diingat beberapa hal penting yang menyebabkan perusahaan kelapa sawit tetap melaksanakan pembakaran hutan, antara lain:

  • Kebakaran dapat merusak hutan secara total, sehingga kualitas hutan untuk hidup menurun. Kemudian dengan kondisi hutan yang rusak akan menyebabkan suatu lahan dikategorikan menjadi “lahan bukan hutan” dan mempermudah proses legalisasi lahan produksi sawit permanen dapat dilakukan.
  • Kebakaran hutan dapat mengurangi nilai lahan karena lahan menjadi terdegradasi sehingga  mempermudah perusahaan untuk mengambil alih lahan hanya dengan nlai ganti yang murah.
  • Membuka lahan dengan membakar jauh lebih murah biaya daripada menggunakan alat tebang maupun alat berat lainnya.

Berikut adalah gambar kebakaran hutan di Sumatera pada tanggal 10 agustus 2012 (www.bmkg.co.id), dimana terdapat 466 titik api dan 315 diantaranya adalah terletak di Provinsi Riau.

Kerugian yang terjadi akibat kebakaran hutan yang disengaja oleh umat manusia antara lain:

  • Asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan telah merubah kualitas lingkungan hidup (biodiversity) bahkan sampai ke Negara tetangga seperti; Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Philipina dan Papua Nugini.
  • Asap kebakaran hutan dapat menimbulkan penyakit insfeksi saluran pernafasan baik yang terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.
  • Rusaknya ekosistem hutan karena banyak hewan-hewan dan tumbuhan hutan Sumatera yang dikenal sangat langka di dunia menjadi mati karena ketiadaan tempat tinggal, kesulitan mencari makan dan rusak akibat kebakaran hutan.
  • Dari segi dunia penerbangan, asap sangat mengganggu jarak pandang dan membahayakan proses terbang dan mendarat bagi pesawat terbang. Selain itu mesin jet pesawat lebih mudah ter-korosi akibat asap yang intensitasnya cukup tebal karena beberapa kali jarak pandang yang tertutup asap hanya mencapai 100-400 meter.

Beberapa upaya penanggulangan sudah dilakukan, antara lain:

  • Hujan Buatan: menstimulasi proses kondensasi pada awan aktif dengan memberikan unsur garam pada awan aktif tersebut sehingga partikel awan menjadi berat dan menjadi hujan. Beberapa kali telah dilaksanakan pekerjaan hujan buatan ini dengan inisiatif pemerintah daerah bekerjasama dengan pihak terkait. Dirasakan upaya penanggulangan ini cukup berarti karena mengurangi titik api yang terjadi.
  • Bom Air: pada saat terjadi kebakaran hutan di tahun 2009 sampai dengan saat ini telah sering dilakukan penanggulangan kebakaran hutan dengan bom air yang di jatuhkan dari peswat udara maupun helikopter. Baik dari pemda Riau maupun Kementrian Kehutanan tidak pernah luput dalam pelaksanaan penanggulangan titik api dengan cara demikian. Namun, kelemahan yang terjadi dari pola ini adalah terkadang meleset dari titik api yang ada karena beberapa pilot sulit mengidentifikasi titik api. Contohnya, pada tahun 2009 pikot helikopter yang bertugas menjatuhkan bom air pada sebuah pabrik pengolahankelapa sawit (Vivanews, http://www.antaranews.com/view/?i=1248263205 2009).
  • Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.12/Menhut-Ii/2009 Tentang Pengendalian  Kebakaran  Hutan, telah mengatur segala macam upaya penanggulangan kebakaran hutan mulai dari pencegahan, penganggulangan sampai siapa saja yang bertanggung jawab sudah ditentukan oleh pemerintah.

Pertanyaan terbesar dari apa yang sudah dilakukan sebagai upaya tersebut di atas adalah:

  • Apakah dengan hujan buatan dengan menghabiskan jutaan rupiah tersebut sudah mampu untuk meniadakan kebakaran hutan yang disebabkan oleh ulah manusia? Karena kenyataannya kebakaran hutan tersebut masih tetap terjadi.
  • Apakah bom air cukup kuat memadamkan titik api yang jumlahnya ratusan setiap tahunnya?
  • Apakah peraturan pemerintah yang dibuat Kementrian Kehutanan tersebut sudah benar-benar dilaksanakan?

Berbagai upaya telah rutin dilaksanakan akan tetapi kebakaran hutan tetap saja terjadi. Sejujurnya bukanlah hujan buatan yang harus dilakukan, bukan pula bom air untuk memadamkan api, serta sia-sialah peraturan yang telah dibuat pemerintah, jika belum adanya kesadaran diri tiap-tiap warga Negara ataupun pengusaha untuk tidak melaksanakan pembakaran hutan apapun alasannya. Sesungguhnya hujan buatan dan bom air bukanlah “membunuh” kebakaran hutan langsung pada jantung permasalahannya karena jika pembakaran tetap dilakukan maka setiap tahun permasalahan tidak pernah terselesaikan, setiap tahun akan keluar dana besar untuk proyek hujan buatan dan bom air. Semua dilakukan tanpa hati nurani sehingga tidak ada keseriusan untuk menjadi lebih baik dari hari yang lampau. Sebuah upaya yang tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran. Masyarakat seyogyanya tidak semerta-merta menyalahkan pemerintah, karena pemerintah telah melaksanakan tugasnya untuk menetapkan aturan, namun apalah arti sebuah aturan jika “lingkaran setan” untuk berbuat tanpa hati nurani tetap dipertahankan.

Penanggulangan kebakaran hutan yang paling efektif dalam hal ini harus diawali dari “HATI NURANI”

Salam

Seveneleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s