Sebuah Komunikasi Sosial Atau Propaganda

Rangkaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak demi mendapatkan suatu tujuan tertentu seperti yang diinginkan pelaksananya biasa kita sebut dengan propaganda. Tidak sedikit propaganda digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang benar tanpa merugikan suatu pihak tertentu, namun tidak jarang pula diantara propaganda yang sering kita lihat sengaja dibuat untuk menjatuhkan oposisi maupun pihak yang tidak sepaham dengan kita. Umumnya propaganda yang bertanggung jawab kerap kali menyampaikan suatu pesan yang telah dibuat sedemikian rupa maupun diolah berdasarkan bukti-bukti pendukung yang lengkap sesuai dengan urutan kisah ataupun peristiwa yang terjadi, akan tetapi beberapa propagandis terkadang melakukan aksinya hanya berdasarkan satu bukti yang tidak lengkap dan cenderung mengulang-ulang pada tampilan yang sesuai dengan keinginan dirinya untuk men-drive masyarakat menuju kearah tujuannya tersebut. Propaganda sebagai salah satu bagian dari komunikasi sosial masyarakat merupakan sebuah unsur kekuatan dari kekuasaan masa depan adalah termasuk dalam ‘the third face of power” dimana kita ketahui menurut Lukes bahwa kekuasaan terbagi dalam tiga dimensi dan dimensia ketiga adalah dimana suatu kekuasaan yang dapat mempengaruhi masyarakatnya tanpa melalui sebuah paksaan melainkan sebuah ajakkan.

Continue reading

Advertisements

Oktober Menundukkan Kepala

“Eject…Eject…Eject…”

Hari ke enam belas dibulan Oktober tahun 2012, kembali bangsa ini menundukkan kepala dan bersedih dengan terjadinya kecelakaan pesawat Jet tempur Hawk 209 di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin. Terkoneksi oleh radio UHF, walaupun berbeda flight namun teriakan tersebut terdengar dari telinga saya yang saat ini baru saja landing usai melaksanakan latihan dan operasi penerbangan rutin Skadron Udara 12.

Continue reading

Informasi Geospasial Dalam Mengahadapi Ancaman Terhadap Pertahanan Negara

Menelisik ulang tentang peperangan asimetris dengan berbagai ancaman asimetris di dalamnya terdapat beberapa cara dan solusi yang dapat dilakukan oleh suatu negara. Banyak sekali orang mendefinisikan tentang ancaman asimetris sesuai dengan pemahaman dan ilmu dasar yang didalaminya dan salah satu definisi yang populer adalah dimana suatu peperangan yang terjadi antara suatu negara versus kelompok-kelompok bertentangan ataupun negara sponsor yang berpihak anti terhadap negara kawan yang saling berhadapan dengan kekuatan militer tidak berimbang sehingga salah satu yang lemah menggunakan senjata maupun taktik konvensional seperti terorisme dalam rangka mengeksploitasi kelemahan kekuatan pihak bertentangan. Dalam tulisan singkat kali ini penulis ingin menyampaikan tentang informasi geospasial yang dibutuhkan sebagai salah satu upaya penting untuk menghadapi ancaman asimetris dalam peperangan asimetris yang sesungguhnya sudah terjadi di dunia maupun di Indonesia.

Sebuah pertanyaan besar ketika Amerika Serikat kalah oleh Vietnam (walaupun Negara paman Sam tersebut tak sudi mengakui kekalahan tersebut) sebuah negara super power pemenang perang dunia kedua 1945 dan kembali ke Negaranya dengan protes dari rakyatnya dengan sangat keras. Sebuah kekuatan bawah tanah kombinasi dengan gerilya ternyata cukup untuk melawan sebuah negara besar dengan angkatan perang yang sangat berkuasa di dunia. Sebuah contoh nyata ketika kekuatan tersembunyi dan diremehkan ternyata menjadi primadona kemenangan dalam perang Vietnam. Kedua dan yang cukup kontroversial hingga saat ini adalah tragedi 911, terlepas berbagai analisa berkembang oleh kejadian tersebut, maka anggaplah semua itu benar akibat serangan Osama cs dan dapat kita sebut sebagai kekalahan besar US oleh sebuah gerakan bawah tanah dengan melancarkan aksi terorisme untuk negeri paman Sam tersebut. Belajar dari kekalahan US tersebut maka berkembang sebuah teknologi satelit, informasi dan data yang dalam bahasa populer disebut dengan informasi geospasial.

Sebuah konsep untuk pengumpulan data, ekstraksi informasi, penyimpanan, penyebaran  dan eksploitasi geodesi, geomagnetik, citra satelit, gravimetri, penerbangan, hidrografi, topografi, pesisir, budaya dan data akurat toponymic kemudian di referensikan terhadap lokasi di permukaan bumi sehingga data-data tersebut dapat digunakan untuk perencanaan suatu operasi dan latihan militer termasuk latihan navigasi, perencanaan misi, pemodelan, simulasi dan penargetan yang tepat.

Informasi geospasial juga menyediakan kerangka dasar untuk visualisasi battlespace sebuah informasi yang dihasilkan dan dapat disajikan dalam bentuk peta cetak, grafik dan publikasi, simulasi digital, database pemodelan serta peta digital. Fasilitas geospasial juga termasuk alat yan memungkinkan pengguna untuk mengakses dan memanipulasi data. Informasi geospasial dan servis disebut dengan GI&S.

Berikut adalah situasi maupun permasalahan yang harus diselesaikan dalam strategi dan penghasilan input data, yaitu: Informasi geospasial hendaknya bersifat rahasia namun terbuka untuk keterkaitan dengan satuan-satuan terkait sehingga militer, polisi maupun BIN tidak bekerja sendiri-sendiri; Input data yang ada selama ini hanya terbatas pengambilan data saja namun belum bisa dijadikan data yang langsung dapat dilakukan aksi, sehingga proses menjadi kurang optimal dibandingkan ketika data akurat terkumpul kemudian aksi dapat segera dilakukan.

Dalam menentukan arah perjalanan menuju tujuan yang diinginkan kebutuhan utama manusia adalah Peta. Informasi geospasial dalam hal ini dapat dikatakan sebagai peta utama dalam menangkal dan menghindari segala kemungkinan ancaman yang tidak berbentuk serta tidak jelas wujudnya tersebut. Berikut ini adalah beberapa komponen utama yang seharusnya dimiliki sebuah negara sebesar Indonesia, antara lain; surveys, maps, charts; remote sensing data and image; dan aerial photographic services. Dari kebutuhan tersebut maka sewajarnya pula Indonesia memiliki satelit militer yang mandiri dimana Indonesia sebagai negara yang memiliki geostasionery orbite terbesar di dunia akan menjadi hal yang sangat penting dan menguntungkan bagi keamanan internal maupun eksternal. Dalam mewujudkan sistem pertahanan udara yang optimal satelit militer dirasakan sangat dibutuhkan dalam menjaga wilayah udara Indonesia yang sangat besar sehingga akan menambah kecepatan dalam proses identifikasi dalam lalu lintas udara nasional Indonesia. Kepemilikan Unmanned Aerial Vehicles maupun Unmanned Aerial Hellycopter  adalah suatu kepentingan yang sangat mendesak mengingat pentingnya untuk mendapatkan data yang akurat dan tepat secara rahasia untuk menghadapi ancaman baik yang hadir dari negara tetangga maupun secara internal. Ancaman yang datang dari negara lain adalah berbentuk dan jelas oleh kasat mata, namun ancaman internal adalah tidak terlihat dan justru sangat berbahaya untuk keamanan internal dalam negeri. Persenjataan yang dibutuhkan bukan hanya kecanggihannya saja, namun dalam menghancurkan suatu target, data koordinat dan bentuk sasaran sangat dibutuhkan untuk optimalisasi penentuan kemenangan dalam pertempuran dengan small target dihancurkan oleh amunisi yang presisi hasil data akurat dari UAV, UAH maupun satelit militer. Hal ketiga yang sangat di butuhkan dalam informasi geospasial dalam pertahanan negara terhadap ancaman asimetris adalah kepemilikan broadband networking system militer yang mandiri dimana dalam menghadapi perang informasi saat ini militer Indonesia hanya mendapatkan suplai dari telkomsel dan indosat yang notabene beberapa sahamnya dimiliki oleh pihak asing sehingga sedikit-banyaknya akan mengurangi unsur kerahasiaan dalam perolehan data dan informasi untuk kepentingan militer.

Kebutuhan akan geospasial informasi juga menjadi hal yang sangat berguna dalam menghadapi serangan teroris. Kita ketahui bahwa kebanyakan sindikat teror beraksi pada pusat keramaian masyarakat; area terbuka; objek vital; infrasuktur penting masyarakat dan sistem massa yang ramai seperti terminal; bandara; pelabuhan; hotel; maupun perkantoran. menghadapi ancaman yang unik tersebut sangat dibutuhkan data yang akurat tentang posisi musuh; rencana musuh maupun kegiatan harian musuh sehingga apa yang teroris rencanakan dapat dihindari agar tidak terjadi korban yang menyebabkan orang-orang tidak bersalah terbunuh.

Selain beberapa kasus diatas, TNI yang dalam tugasnya juga beropeasi  misi-misi kemanusian seperti penanggulangan bencana alam. Informasi geospasial ini juga sangat membantu dalam hal pencegahan, perlindungan, respon dan penanggulangan bencana alam dimana melalui satelit dapat dengan mudah diterima data akurat tentang terrain serta mempermudah dalam pemilihan jalur escape masal. Teknologi geospasial pun dapat menyediakan kecepatan dalam pendeteksi dan respon dalam hal penanggulangan bencana alam sehingga dapat lebih efektif untuk pencegahan serata melindungi infrasuktur maupun aset nasional terhadap bencana alam.

Akhir dari tulisan ini dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Means dari pentingnya informasi geospasial serta aplikasinya yang berfungsi sebagai pencegahan;pendeteksian; perencanaan; mitigasi; respon; serta penanggulangan dalam rangka mengurangi jumlah korban nyawa dan kerugian harta benda dari ancaman teroris; senjata pemusnah masal; serangan inteijen dan propaganda negara tetangga; bencana alam.

Dirgahayu ke 67 TNI

Seveneleven

Catatan Seorang Pengajar Tentara Langit IV

Deru mesin jet tempur menjadi sebuah hal yang sangat dirindukan semenjak dua tahun bertugas membentuk dan mencetak elang elang muda di Maguwo, Jogjakarta. Kembali berada dalam ruang kemudi seukuran satu meter persegi dan duduk diatas “kompor” raksasa yang tersebut dengan adour MK 871 buatan RollRoyce akhirnya menjadi pilihan yang harus dijalankan dengan suka cita tentu dengan segala macam dinamika operasi dan latihan tempur yang mengasyikkan.

<!–more–>

Pengalaman kali ini dapat sedikit saya ceritakan kepada rekan-rekan dimana pun berada. Pertengahan bulan september 2012, untuk pertama kali sejak dua tahun terakhir saya mulai kembali melaksanakan beberapa operasi pengamanan perbatasan dan pulau terluar dengan kode”pagar elang”. Sebuah patroli udara di Pulau Berhala kawasan selat Malaka tersebut dilaksanakan dengan standby pada pangkalan aju yakni Pangkalan Udara Soewondo, Medan. Kombinasi Operasi sekaligus dengan pelaksanaan Operasi Pertahanan Udara Nasional terhadap beberapa obyek vital Nasional di sekitar Pulau Sumatera.

Berlanjut setelah dua Operasi tersebut, the Black Panther melanjutkan misi latihan Maverick di Pangkalan Udara Iswajudi, Maospati, Jawa Timur dan selanjutnya dikombinasikan dengan latihan terbang jelajah dan partisipasi pada Bandung Airshow 2012.

Image

Sesuai dengan tugas TNI AU salah satunya adalah untuk mengembangkan dan membangun TNI matra udara dalam hal ini adalah pembinaan potensi dirgantara Nasional maka dengan suka cita the Black Panther ikut hadir dalam BAS 2012. Sambutan masyarakat Bandung bisa dikatakan cukup antusias dengan penampilan Flight dari si Macan Hitam, walaupun pada penghujung acara terdapat kejadian yang cukup menyedihkan dengan gugurnya dua penerbang saat melaksanakan demo udara. Salah satu korban Letkol Pnb (Pur) Toni Hartono adalah salah satu instruktur saya saat di Sekolah Penerbang TNI AU sepuluh tahun yang lalu. Namun, apa hendak dikata ketika Yang Maha Kuasa ternyata sangat menyayangi beliau dengan mengambilnya begitu cepat dari tengah-tengah mantan muridnya yang sepuluh tahun tidak bertemu dengan beliau. Pepatah mengatakan “Pilot tidak pernah gugur, namun beliau hanya terbang dengan pesawat yang lain di sana”.

30 September 2012, begitu berat untuk meninggalkan kota Bandung dan kembali ke Sarang Macan Bumi Lancang Kuning, Riau. Bandung Airshow 2012 adalah sejarah dalam catatan Skadron Udara 12 karena untuk pertama kalinya kami mendaratkan Hawk 109/209 di Kota Parahyangan dan tentunya pasti kami akan kembali untuk masa yang akan datang di Kota Bandung.

Seorang bocah dengan senyum penuh riang memegang pesawat tempur seakan berkata “Suatu saat aku akan menerbangkan pesawat jet tempur dan lebih canggih daripada yang Om pilot miliki sekarang”. Saya membayangkan dan tersenyum simpul dengan segenap hati bahagia.

Image

Foto: by Roland Adrie

Salam

SevenEleven