Catatan Seorang Pengajar Tentara Langit IV

Deru mesin jet tempur menjadi sebuah hal yang sangat dirindukan semenjak dua tahun bertugas membentuk dan mencetak elang elang muda di Maguwo, Jogjakarta. Kembali berada dalam ruang kemudi seukuran satu meter persegi dan duduk diatas “kompor” raksasa yang tersebut dengan adour MK 871 buatan RollRoyce akhirnya menjadi pilihan yang harus dijalankan dengan suka cita tentu dengan segala macam dinamika operasi dan latihan tempur yang mengasyikkan.

<!–more–>

Pengalaman kali ini dapat sedikit saya ceritakan kepada rekan-rekan dimana pun berada. Pertengahan bulan september 2012, untuk pertama kali sejak dua tahun terakhir saya mulai kembali melaksanakan beberapa operasi pengamanan perbatasan dan pulau terluar dengan kode”pagar elang”. Sebuah patroli udara di Pulau Berhala kawasan selat Malaka tersebut dilaksanakan dengan standby pada pangkalan aju yakni Pangkalan Udara Soewondo, Medan. Kombinasi Operasi sekaligus dengan pelaksanaan Operasi Pertahanan Udara Nasional terhadap beberapa obyek vital Nasional di sekitar Pulau Sumatera.

Berlanjut setelah dua Operasi tersebut, the Black Panther melanjutkan misi latihan Maverick di Pangkalan Udara Iswajudi, Maospati, Jawa Timur dan selanjutnya dikombinasikan dengan latihan terbang jelajah dan partisipasi pada Bandung Airshow 2012.

Image

Sesuai dengan tugas TNI AU salah satunya adalah untuk mengembangkan dan membangun TNI matra udara dalam hal ini adalah pembinaan potensi dirgantara Nasional maka dengan suka cita the Black Panther ikut hadir dalam BAS 2012. Sambutan masyarakat Bandung bisa dikatakan cukup antusias dengan penampilan Flight dari si Macan Hitam, walaupun pada penghujung acara terdapat kejadian yang cukup menyedihkan dengan gugurnya dua penerbang saat melaksanakan demo udara. Salah satu korban Letkol Pnb (Pur) Toni Hartono adalah salah satu instruktur saya saat di Sekolah Penerbang TNI AU sepuluh tahun yang lalu. Namun, apa hendak dikata ketika Yang Maha Kuasa ternyata sangat menyayangi beliau dengan mengambilnya begitu cepat dari tengah-tengah mantan muridnya yang sepuluh tahun tidak bertemu dengan beliau. Pepatah mengatakan “Pilot tidak pernah gugur, namun beliau hanya terbang dengan pesawat yang lain di sana”.

30 September 2012, begitu berat untuk meninggalkan kota Bandung dan kembali ke Sarang Macan Bumi Lancang Kuning, Riau. Bandung Airshow 2012 adalah sejarah dalam catatan Skadron Udara 12 karena untuk pertama kalinya kami mendaratkan Hawk 109/209 di Kota Parahyangan dan tentunya pasti kami akan kembali untuk masa yang akan datang di Kota Bandung.

Seorang bocah dengan senyum penuh riang memegang pesawat tempur seakan berkata “Suatu saat aku akan menerbangkan pesawat jet tempur dan lebih canggih daripada yang Om pilot miliki sekarang”. Saya membayangkan dan tersenyum simpul dengan segenap hati bahagia.

Image

Foto: by Roland Adrie

Salam

SevenEleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s