Oktober Menundukkan Kepala

“Eject…Eject…Eject…”

Hari ke enam belas dibulan Oktober tahun 2012, kembali bangsa ini menundukkan kepala dan bersedih dengan terjadinya kecelakaan pesawat Jet tempur Hawk 209 di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin. Terkoneksi oleh radio UHF, walaupun berbeda flight namun teriakan tersebut terdengar dari telinga saya yang saat ini baru saja landing usai melaksanakan latihan dan operasi penerbangan rutin Skadron Udara 12.

Mohon maaf pula kepada rekan-rekan penerbangan sipil yang sangat kooperatif dan terpaksa holding dikarenakan kejadian tersebut terjadi pada posisi turning base runway 36 bandara Sultan Syarif Kasim II. Kejadian yang demikian mencekam bagi saya pun ternyata juga membuat semua yang berada di sekitar panik dan serta merta controller Syarif tower berteriak, “Paaakkk, pesawat crash…!!” sebuah ekspresi yang dapat dipahami karena kejadian begitu cepat, terhitung hanya 18 detik setelah sang pilot melaksanakan distress call kepada Panther ops (alasan emergency menyebabkan distress call tidak dapat dilakukan pada channel tower VHF) kemudian dia masih sempat berfikir untuk menyelamatkan masyarakat yg berada di bawah dari runtuhan pesawatnya sendiri dan presisi tepat di pekarangan kecil rumah warga pesawat tersebut jatuh bebas.

Saat itu saya bersama member lainnya yang juga baru saja selesai terbang segera melepas flying gears menuju ke lokasi tempat jatuhnya pesawat. Ketika ditempat kejadian sejujurnya tidak ada satu orang pun tahu selain member yang monitor di frekuensi UHF panther ops bahwa sang pilot eject dan berhasil launch, karena hal tersebut pula beberapa anggota yang mempunyai hubungan bak adik dan kakak kandung menjadi emosional karena berfikir sang pilot sudah menancap bersama hidung pesawat. Dan sebuah pemandangan bahagia ketika saya melihat adik kami tercinta keluar dari rumah seorang warga dengan kondisi selamat. Terima kasih kepada seluruh warga yang saat itu membantu menyelamatkan adik kami dan bagi yang telah memahami pentingnya menjauhi diri dari puing pesawat yang eksplosive.

Walaupun khalayak di luar lebih bersimpati dengan kejadian tindak kasar yang terjadi di seputaran tempat kejadian daripada terhadap kondisi penerbang yang walaupun selamat namun jika tindakkan kesehatan lanjutan tidak dilaksanakan bisa saja sang pilot tewas konyol karena lambatnya tiba di rumah sakit akibat ribuan manusia menghalangi jalan akses menuju rumah sakit. Beruntung tidak ada ledakan susulan baik yag disebabkan oleh sisa fuel yang ada maupun dari amunisi aktif yang saat itu kebetulan dibawa dalam operasi penerbangan pertahanan udara sepanjang tahun.

Apapun itu, tapi toh ternyata masyarakat lebih banyak yang pandai dalam memilih mana berita yang baik maupun berita tidak baik. Dan satu yang terpenting, adik tercinta selamat dalam sehat wa’alfiat hingga saat ini. Kami cinta adik kami, kami cinta rakyat Indonesia dan kami cinta Indonesia.

salam

Seveneleven

23 thoughts on “Oktober Menundukkan Kepala

  1. Mau dibela seperti apa pun, yang salah ya harus dianggap salah. A crime is a crime.
    TNI AU sudah minta maaf, dan akan menindak tegas pelaku, Letkol Robert Simanjuntak, itu sudah cukup. Tidak perlu menilai masyarakat dalam memilih berita. Introspeksi diri lah broer.

    • Intropeksi untuk semua kalangan itu lebih tepatnya

      berfikir dingin dan melihat masalah dari sisi yg berbeda itu adalah kunci amannya bangsa ini, kami tidak pernah merasa benar dan kami intropeksi sdh sejak zaman reformasi. Kami tidak euphoria bagaikan ayam keluar dari kandang macan

      Kami cinta Indonesia dan Kami menyadari tentang asymmetric warfare yg sedang terjadi saat ini

  2. betul mas.. Bravo untuk TNI AU….. wartawan pun kadang tidak punya etika, berlindung balik Undang-Undang kebebasan Pers………..

    • He he, sabaarrr

      tidak semua wartawan

      katakanlah “oknum”, karena yg menjadi kawan baik pun buanyakkkkk…

      Kadang sebagai aparat pun kita kurang senang dipukul rata akibat ulah oknmu

  3. Fuuuucklah itu aparat berseragam dibiaya rakyat, dana perawatan dikorupsi gitu deh jadinya. Ngakunya patriot tapi minta gaji dan fasilitas ini itu, sama aja tentara bayaran lah, dah gitu nyiksa rakyatnya sendiri.

  4. Tulisan menarik mas, dengan begini setidaknya kami yang jauh dari lokasi mengetahui kondisi yang terjadi disana.. memang dalam perang asimetris salah satu yang diincar adalah pembuatan opini, ketika opini sudah terbuat maka kebenaran sebesar Gajah pun akan ditutupi oleh opini (yang belum tentu benar) walaupun hanya sebesar semut…

  5. Jurnalis bekerja dilindungi UU.tp jangan lupa TNI juga bekerja dilindungi dan berdasar UU. Jika bicara crime,tidak boleh kita langsung menunjuk pada satu orang yakni letkol itu. Meski seandainya letkol itu salah,bukan berarti jurnalis itu tidak melakukan crime pula. Kalau kita berpegang pada ilmu tentang crime ‘kriminologi’ bisa jadi malah jurnalis itu yg salah. Berpegang pada kriminologi,ndak bisa kita langsung mengatakan seseorang itu bersalah.butuh penyidikan yg luas dan dalam, berkait praktik kriminal itu sendiri, modus2, dan faktor2 yg lain. Sbg contoh si A bunuh si B, bnyak org melihat kejadian itu. Apa ini berarti si B tidak bersalah n hanya si A yg melakukan kejahatan/tindak kriminal? Apalagi bnyk yg mengenal si B selalu tampak saleh. Jika bicara crime,harusnya tidak serta merta berpendapat bhwa si A salah n si B benar/skdr korban. Mengapa?

    Tindakan si A bisa jadi hanya reaksi dari tindakan si B yg ternyata juga sebuah tindakan kriminal yakni perkosaan,pengancaman, dsb. Tindakan si A meski hanya reaksi bukan berarti dia bisa lepas. Begitupun seandainya si B selamat n tetap hidup bukan berarti dia lepas dr tindakan kriminal yg dilakukan

    Dlam kasus soal letkol n jurnalis itu, tidak bisa serta merta kesalahan langsg ditimpakan pada sang letkol,terlebih pada danlanud atau panglima tni. Jurnalis itu sendiri patut untuk diperiksa adkah keslahan juga telah dia perbuat.

    Sekian, salam

  6. kayaknya @AU koprol benalu salah satu orang yg pernah kecewa gak bisa jadi anggota AU makanya sampai matipun doi akan benci ama AU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s