Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini, merupakan sebuah pilar awal bagi sebuah bangsa dalam kebangkitan Nasional. Dahulu kita pahami sebagai Tanam Kanak Kanak (TK) sebagai tempat belajar dan bermain anak usia 4 – 5 tahun, namun dengan perkembangan zaman maka TK pun disamakan statusnya dengan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ).

Paud An Najim, adalah sebuah pendidikan setingkat TK yang menyajikan pendidikan murah dengan fasilitas tidak murahan. Bangkit dari sebuah cita cita untuk menumbuhkan jati diri bangsa maka didirikan lah paud ini pada pertengahan tahun 2012 dan telah mulai beroperasi pada tahun ajaran semester Juni – Desember. Paud An Najim diambil dari nama dalam surah Al Quran QS: An Najm yang artinya adalah bintang-bintang. Dengan nama ini harapannya kelak bisa ikut serta dalam mencetak bintang-bintang generasi pembaharu bangsa Indonesia menuju kejayaannya.

Memang, kebanyakan orang tua zaman sekarang selalu lebih senang mendidik anaknya di sekolah yang mahal dengan kesan high class, harga sama sekali tidak menjamin sebuah kualitas yang baik, bahkan cenderung mendidik anak ke arah yang materialistis. Anak usia 5 – 6 tahun adalah anak dalam usia keemasan, dimana bagaikan kertas putih yang suci dan siap untuk dituliskan dengan tinta emas. Paud An Najim justru menyajikan pendidikan dengan pendaftaran hanya 300 ribu kemudian anak didik siap mendapatkan modul pengajaran standart dengan fasiltas ruang kelas lengkap dengan alat penyejuk ( AC ) yang juga siap dibandingkan dengan paud high class lainnya dari segi fasilitas serta mutu pengajaran.

Pada prinsipnya, setiap anak dilahirkan dengan kapasitas dan volume otak yang tidak jauh berbeda dan Paud An Najim berprinsip tidak ada anak yang pintar melainkan siapa pun yang mau membaca ilmu lebih dulu maka anak tersebutlah yang lebih cepat tahu (pintar), menerapkan pola gemar membaca sehingga setiap anak didik akan menjadikan membaca bagi dirinya adalah menyenangkan, bermain dengan berhitung sehingga matematika bukanlah pelajaran menakutkan, serta meluruskan sejarah agar anak-anak tersebut yang nanti akan menjadi generasi pembaharu memiliki jati diri sebagai bangsa yang besar namun tidak “kerdil”

Disaat orang sibuk memikirkan Negara, paling tidak berbuat sesuatu untuk pendidikan Nasional jauh lebih mulia.

Belajar “Yes”, bermain “Ok”

Dedicated for our beloved Son
“Muhammad Najim Fathan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s