Kemitraan Untuk Gaya Kepemimpinan

Anugerah hidup sebagai makhluk Tuhan di muka bumi adalah sebuah karunia yang tidak dapat digantikan oleh apapun juga. Kodrat anak cucu Adam pun terlahir sebagai pemimpin di alam semesta karena manusia adalah satu-satunya makhluk ilahi yang memiliki akal maupun hati nurani. Sedangkan tanggung jawab adalah inti dari sebuah kepemimpinan yang menjadi petunjuk arah menuju kepada sebuah kepastian dalam peradaban.Pemimpin adalah bertanggung jawab untuk dapat menyalurkan jawaban dari sebuah permasalahan, bukan memberikan persoalan; sehingga pemimpin yang hakiki lebih kepada seorang yang memiliki tanggung jawab etis dengan mengutamakan partnership daripada leadership.

Leadership, Management & the Military New Version

Leadership yang selama ini memiliki pengertian sebagai sebuah kepemimpinan yang dilengkapi oleh kemampuan manajerial yang baik ternyata belum cukup lengkap jika tidak disertai oleh partnership. Ketika seorang manusia diberi kepercayaan untuk memimpin, maka yang ada dibenak sebagian dari mereka adalah, bagaimana proses yang mereka lakukan untuk mencapai keberhasilan dari organisasi yang dipimpinnya dapat dikatakan sukses, namun, partnership yang seharusnya menjadi bagian dari leadership  acapkali tertinggal jauh tak terbawa dalam proses kepemimpinan, padahal pada partnership inilah tertelak sebuah tanggung jawab sebagai intisari dari sebuah kepemimpinan. Leadership tanpa partnership atau kepemimpinan tanpa kemitraan akan member beban secara langsung terhadap para followers. Dalam bahasa yang lebih singkat, kepemimpinan yang bertanggung jawab seharusnya disertai dengan kemitraan kepada bawahan dalam wujud seorang pemimpin harus turun langsung dan ikut bekerja membantu beban yang akan diselesaikan sehingga para followers  mendapatkan contoh yang baik dari kepemimpinan yang diterapkan.

Nakhoda, adalah pemimpin di dalam pelayaran sebuah kapal, sebelum nakhoda pergi berlayar tentunya dia akan mempersiapkan segala rencana untuk pelayarannya. Dia akan menyiapkan peta, kompas maupun alat penghitung waktu. Kemudian saat berlayar dia secara langsung akan mengemudikan kapalnya menuju arah yang direncanakan. Nakhoda, sangat kecil kemungkinan untuk menyerahkan tugas pelayarannya kepada anak buah kapal, karena tentu saja akan berakibat fatal bagi pelayarannya. Demikian pula dengan seorang juru terbang dalam menerbangkan pesawatnya. Bukan sebuah keniscayaan bagi seorang juru terbang untuk menyerahkan penerbangan kepada anak buah dalam pesawat terbang karena akan berakibat fatal jika penerbangan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Dua buah contoh di atas membuktikan bahwa kepemimpinan tentu dapat menghasilkan kejayaan jika sang pemimpin langsung berkecimpung dalam setiap permasalahan yang akan dihadapi bersama-sama.

Hakikat seorang pemimpin adalah, dia akan selalu memberi arah yang baik dengan penuh tanggung jawab; pemimpin adalah seorang pelayan yang senantiasa mampu melayani maupun mengatasi kesulitan pengikutnya; pemimpin adalah seorang yang paling mampu dan menguasai bidangnya sehingga dapat menjadi mentor bagi pengikutnya; pemimpin adalah orang yang pandai bukan “pandai-pandai”, memiliki visi dan misi yang baik serta dapat berfikir secara konseptual; pemimpin adalah seorang yang berkemampuan team building, bekerja bersama dan senantiasa memberi pelajaran yang baik kepada pengikutnya; dan seorang pemimpin dituntut mampu untuk berinovasi dalam mengembangkan potensi pengikutnya disertai manajerial yang tertata.

Memang, pemimpin bukanlah malaikat yang segala sesuatunya pasti benar, karena pemimpin pun tidak dapat luput dari sebuah kesalahan. Akan tetapi, memilih diantara “mendelegasikan” atau “kemitraan” layaknya sebuah pilihan hidup untuk berhasil atau gagal. Karena “mendelegasikan” tidak selamanya bertanggung jawab, namun, “kemitraan” pun dapat dilaksanakan dengan cara mendelegasikan tetapi bertanggung jawab.

Dwight+D+Eisenhower+eisenhower“The ability to decide what is to be done and then to get others to want to do it.” – Dwight D Eisenhower

Sebuah cuplikan dari seorang maestro kepemimpinan dan pemimpin dunia di zamannya. Tidak mustahil D Eisenhower mampu menggapai puncak posisi orang nomer satu dunia saat itu karena beliau berprinsip bahwa kepemimpinan bukanlah “bakat” namun, lebih kepada sebuah kemampuan untuk melakukan pekerjaan hingga selesai dengan sempurna dan tanpa paksaan sehingga pengikutnya akan mengerjakan dengan ikhlas apa saja yang beliau inginkan. Terlepas dari sebuah posisi atau jabatan, kepemimpinan merupakan sebuah kemampuan untuk memastikan sebuah organisasi mencapai tujuan, disertai pula keahlian dalam memotivasi orang lain, sehingga untuk membuat keputusan dan berkomunikasi dalam hubungan dinamis antara dirinya dan anggota lain dari kelompok kerja dapat terjalin dengan baik dengan tujuan yang tercapai. Pada akhirnya, pemimpin yang sukses harus mampu memotivasi tim mereka dengan memahami apa saja hal-hal yang memotivasi setiap individu dan memungkinkan mereka untuk memotivasi diri mereka sendiri sebanyak mungkin dalam lingkungan yang sedang berjalan dengan dorongan dan dukungan dari pemimpin.

 

‘The crowd will follow a leader who marches twenty steps in advance; but if he is a thousand steps ahead they do not see or follow him’-George Brandes

Apapun yang diniatkan dengan baik pasti akan berujung kepada kebaikan pula, itulah janji alam kehidupan dalam peradaban manusia. Sedangkan berbanding terbalik dari kalimat sebelumnya bahwa segala yang berbentuk berlebihan hukumnya akan menghasilkan ketidak-sempurnaan. Demikian halnya dengan kepemimpinan yang sangat menggebu-gebu yang seakan-akan berjalan menghadapi rintangan di depan para pengikutnya sehingga terlalu jauh jarak atau dapat pula diartikan sebagai seorang pemimpin yang dalam menerapkan kepintarannya kurang menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki para pengikut, pada akhirnya “si pengikut” hanya dapat memandang dari kejauhan dengan ketidak-mampuan untuk mengimbangi “Sang Pemimpin”. Seorang pemimpin tentunya selain harus mampu turun langsung ke lapangan dia juga harus sesekali melihat ke”belakang” tentang kondisi pengikut yang dia pimpin. Ketidak-mampuan seorang pengikut untuk mengimbangi “langkah” sang pemimpin tidaklah mutlak kesalahan pengikut tersebut, tetapi lebih kepada sejauh mana pemimpin tersebut peduli terhadap kondisi maupun mem-fasilitasi pengikutnya untuk memiliki kemampuan yang diinginkan organisasi demi tujuan menuju keberhasilan.

 

PattonNever tell people how to do things. Tell them what you want them to achieve and they’ll surprise you with their ingenuity. –Gen George Patton-

Kontradiktif, berikan mereka kepercayaan dalam mewujudkan apa yang anda inginkan. Terkadang dengan keseriusan seorang pemimpin yang turun langsung ke lapangan dapat menyebabkan anak buah merasa kurang dipercaya. Seni dalam kepemimpinan inilah yang sangat dibutuhkan untuk melihat celah-celah bagi anak buah agar mereka tidak merasa ditinggalkan namun tetap memiliki kepercayaan yang pasti dari pemimpinnya. Sehingga anak buah akan dapat berfikir lebih independen dalam memberikan ide-ide positif yang sangat berguna bagi pemimpin untuk mencapai keberhasilan. Dengan ide-ide cemerlang akhirnya mereka akan dapat memberikan solusi-solusi yang baik dalam menghadapi tantangan dan halangan yang menghadang, tentu saja menyelesaikan masalah bersama-sama jauh lebih indah daripada mengedepankan egoisme. Dengan begitu maka kepercayaan diri yang timbul segera menimbulkan inovasi dan inisiatif yang gemilang. Setelah itu seorang pemimpin akan mudah menentukan keputusan dengan dukungan penuh dari orang-orang dibelakangnya.

 

Reward dan punishment, sebuah kiasan yang sama arti dengan cash and carry. Memang, sesekali sebuah penghargaan dari sebuah keberhasilan dapat menyebabkan moril anak buah menjadi berlipat-lipat untuk kembali memberikan yang terbaik yang bisa dia lakukan, tetapi tidak jarang pula sebuah penghargaan sebagai motivasi hanya sebatas motivasi saja bagi mereka yang sering berprestasi. Tidak dipungkiri di dalam suatu kelompok anggota sudah dapat mengetahui siapa yang tampil terbaik di antara mereka sehingga bagi mereka yang berkemampuan terbatas sebuah penghargaan bukanlah hal spesial, bahkan sama sekali tidak menjadikan pemerataan kemampuan diantara anggota lainnya. Apalagi untuk sebuah hukuman, akan sangat menyebabkan hasil yang kurang optimal dalam menimbulkan kondusifitas dalam lingkungan bekerja. Demikian dapat diibaratkan kepemimpinan bagai sebuah transaksi. Jika hasil yang baik maka transaksi berhasil, sebaliknya kegagalan menjadi sebuah petaka sepanjang masa (transactional leadership). Sedangkan jenis kedua adalah transformational leadership. Sebuah kepemimpinan yang lebih mengarah pada inovasi seorang pemimpin yang bersifat visionary, selalu berinspirasi, percaya diri dan modern. Pemimpin yang bersifat transformatif ini akan menghasilkan pemerataan kemampuan dari orang-orang yang dipimpinnya. Selalu melakukan check, re-check and final check kepada bawahannya, melihat kemampuan para follower maupun memahami kesulitan yang dihadapi anak buahnya tanpa melihat status dan objektif bukan sesuai selera. Sebagai contoh, jika seorang pemimpin transformatif akan mebuat sebuah kapal, maka yang dia lakukan bukanlah langsung memerintahkan anak buahnya mencari kayu-kayu besar untuk pondasi kapal, melainkan akan mengajari apa saja tantangan yang akan mereka dihadapi di dalam pelayaran berikutnya sehingga akan memancing daya pikir bawahan untuk berbuat yang terbaik dengan segala inovasi maupun inisiatif.

 

‘Leadership is one of the spirit, compounded of personality and vision; its practice is an art’.-Field Marshall Slim-

Pada akhirnya, kepemimpinan adalah seni dan seni adalah pilihan layaknya kehidupan. Apakah yang kita pilih sudah baik kita dan orang lain atau hanya baik menurut kita, mungkinkah kita memilih sesuatu yang kurang baik menurut kita namun baik untuk semua orang, sehingga pilihan pun butuh sebuah pengorbanan. Leadership adalah pilihan dan loyalitas bagi yang dipimpin pun tanpa syarat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s