Terbang Dan Bertempur Sendiri (Survivability Maneuvers)

533px-Curtiss_P-40Fs_near_Moore_AAF_1943Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan interaksi di dalam setiap kesempatan detik per detik hidup. Demikian halnya dengan seorang penerbang tempur yang senantiasa hidup dan bekerja sendiri di udara, namun sebenarnya mereka tetap bekerja sama dalam bentuk flight demi tercapainya mutual support untuk sebuah kemenangan dalam pertempuran. Kita ketahui bahwa setiap penerbang tempur melaksanakan operasi udara mutlak harus terdiri dari seorang flight leader, elemen leader dan wingman sehingga tercipta sebuah kegiatan saling mendukung satu sama lain antar member flight tersebut. Akan tetapi, tak dapat disanggah bahwa dalam pertempuran di udara, seorang fighter harus mampu pula survive dari ancaman musuh jika hanya seorang diri tersisa dalam flightnya itu. Dalam artikel kali ini penulis akan memberikan sedikit gambaran yang mengasyikan bagi pembaca non-crew  tentang berbagai upaya secara umum yang dilakukan seorang penempur handal untuk bertahan hidup dalam combat.

Fighting Alone

Dasarnya, seorang penempur handal memang dituntut untuk mampu multi tasking dalam menjalankan pekerjaannya. Tetapi jika terbang sendiri akibat member yang lain sudah dahulu hancur dalam bertempur, penempur yang handal mutlak harus mampu mengatasinya. Walaupun dalam kondisi keterbatasan, bahwa manusia yang berprofesi sebagai pilot tempur hanya dapat membagi perhatian dalam ruang tiga dimensi yang dibatasi jarak pandang maupun sudut mata melihat. Terbang sendirian, tanpa ada support dalam hal mengawasi daerah yang tidak terawasi mata sendiri; tanpa ada gambaran tentang situasion of awareness; tanpa ada bantuan dari wingman jika terjadi malfunction pada persenjataan; dan tentunya akan menjadi sasaran empuk bagi musuh karena perhatian musuh hanya terfokus pada si penempur yang sendirian tanpa ada kesempatan untuk split guna memecah perhatian lawan.

manuver

Cara Dan Alternatif Untuk Survive

Ketika penempur kehilangan wingman dan tidak ada lagi mutual support  bagi dirinya, maka segera tinggikan moril tempur dengan abaikan segala fikiran, situasi dan kondisi bahwa kita akan kalah dalam waktu dekat dan tetap berfikirlah bahwa andalah seorang pemenang dari dua, tiga bahkan empat musuh sekaligus. Kemudian selalu berusaha mencari kesempatan yang dapat menguntungkan posisi sendiri. Jika anda hanya sendirian sedangkan musuh anda tidak sendiri maka jangan pernah berfikir untuk bertempur dengan cara satu lawan satu karena wingman dari pihak lawan akan dengan sangat mudah mengahabisi nyawamu. Tetap berfikir tenang sehingga posisi musuh dapat tetap terlihat dan situation of awareness kembali bangkit.

Membuat gerakan yang sulit diprediksi adalah salah satu cara yang efektif dalam menghindari serangan bertubi-tubi dari lawan anda. Biasanya, musuh akan mudah memprediksi gerakan anda melalui bentuk lintasan atau flight path. Melakukan high aspect pun terkadang sangat efektif dalam melakukan pertahanan. Dan perlu juga diingat, bahwa defensif terbaik adalah melakukan kontra ofensif dengan harapan suatu saat ada kesempatan untuk menghancurkan lawan maka jangan sia-siakan, karena terbang adalah dinamis dan tidak menutup kemungkinan musuh membuat kesalahan energi yang menguntungkan kita.

Lakukanlah “check your six frequently” atau cek terus posisi musuh di belakang dan jangan pernah kehilangan pandangan dari lawan. “Lost sight is lost fight”, menyebabkan kehilangan gambaran situasi yang terjadi terhadap pertahanan diri sendiri. Kemudian menjadikan tidak tahu harus berbuat dan bertindak, maka hal ini sangat berbahaya sekali. Perhatikan selalu posisi musuh dan kembangan situasion of awareness termasuk kunci keberhasilan untuk selamat dan survive di pertempuran tanpa wingman.

Hindari target fixation, dalam kata lain jangan terlalu terkonsentrasi pada satu target padahal dia masih memiliki wingman yang juga sudah siap menghancurkan diri anda. Biasanya, jangan lakukan fiksasi terhadap satu musuh sampai melebihi 180 degrees turn,  jika gagal menembak musuh dan batasan tersebut terlewati, maka segera tracking musuh yang lain atau anda akan ditembak wingman musuh yang sudah siap di belakang anda.

 586px-High_G_Barrel_roll

Jaga airspeed yang anda miliki agar tetap tinggi untuk melakukan buster secepat dan sebisa mungkin. Gunakan high G turn sehingga akan menambah kesulitan lawan dalam melakukan tracking terhadap diri anda. Hindari nose high reversal atau low speed zooms karena mungkin hal tersebut efektif untuk melawan musuh yang terlihat namun juga akan memudahkan musuh anda menembak anda jika dia tidak terlihat. Selanjutnya, lakukanlah sebisa mungkin “lari” dari pertempuran yang sudah tidak seimbang itu. Karena dengan menyelamatkan pesawat dan diri masih ada kemungkinan bagi kita untuk melakukan serangan balasan dengan membawa member lainnya sebagai perkuatan baru. Selain itu, pertimbangkan jumlah bahan bakar tersisa yang anda miliki, karena jika anda melupakan satu hal ini, maka ketika anda berhasil lari dari furball pun akan sia-sia karena anda tak mampu kembali ke home base dan siap “dimakan” hiu jika di atas lautan atau menjadi “santapan” macan jika terjadi di tengah hutan.

Hanya sebesar zarah ilmu yang dimiliki, selebihnya milik Sang Khalik

“Ordinariliy, you don’t stay around without a wingman, but you can always expect the unsual in combat”­- Gen. Frederick “Boots” Blease

To be continued

SevenEleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s