Api Tanpa Hati Nurani (Kebakaran Hutan Riau)

Kembali Negara kita harus melihat bahwa gambar telah berbicara. Bukan menyalahkan musim panas yang telah datang melanda negeri ini, melainkan lebih mengarah kepada tidak adanya kesadaran dan hati nurani sehingga menyebabkan kebanyakan orang menjadi buta hati, buta mata, buta perasaan dan mati nurani. Kebakaran hutan memang bisa disebabkan oleh keadaan cuaca yang terus menerus tiada hujan, akan tetapi jika hari per hari titik api terus kian bertambah dalam bentuk kotak per kotak atau hektar per hektar bukan sebuah prasangka buruk bahwa saya mengatakan hutan sengaja dibakar untuk membuka lahan.

“Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat  – UUD’45 Pasal 33 Ayat 3 – 

Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional  – UUD’45 Pasal 33 Ayat 4 –

Mari kita cermati sebuah pasal dan dua buah ayat dalam UUD’45 yang mengatakan bahwa memang segala kekayaan alam baik berada di dalam maupun di luar perut bumi Indonesia hukumnya adalah sah untuk digunakan demi kepentingan kesejahteraan rakyat. Perlu diingat bahwa “kepentingan kesejahteraan rakyat” bukan berarti menghalalkan segala cara dalam pelaksanaannya. Bukan pula menggunakan atas nama rakyat untuk merusak bumi yang sejatinya miliki Sang Khalik. Mungkin saja mereka yang kembali berulah membakar hutan dengan sengaja tersebut berfikir bahwa sebagai rakyat mereka sangat berhak memanfaat isi dari pasal 33 UUD’45 pasal 33 tersebut, namun bukan seharusnya merusak dengan menimbulkan asap hasil pembakaran yang membumbung tinggi hingga pada ketinggian 7000 kaki dari permukaan tanah. Juga menyebabkan beberapa operasional penerbangan sipil dan militer menjadi terganggu karena jarak pandang menjadi sangat pendek, belum lagi ditambah berapa jumlah anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan karena kebodohan segelintir orang yang tidak memikirkan nasib orang lain.

Jelas dalam ayat 4 pada pasal 33 UUD’45 menjelaskan lebih lanjut dari ayat 3 bahwa dalam mengoptimalkan kekayaan alam demi berjalannya roda perekonomian adalah wajib untuk memperhatiikan lingkungan sehingga segala eksplorasi pun harus berwawasan lingkungan. Apa yang terjadi dengan bangsa ini jika rakyat hanya bisa menyalahkan pemerintah padahal dari rakyat juga yang tidak bisa melaksanakan aturan dengan ideal bahkan mendekati ideal pun sangat jauh dari sasaran.

Seyogyanya tidak baik jika mengatakan kebakaran hutan bukan disebabkan oleh factor cuaca melainkan sengaja dibakar demi kepentingan sekelompok orang yang ingin mengeruk harta rakyat tanpa memikirkan kepentingan rakyat yang berhak untuk hidup nyaman tanpa asap. Maka saya tampilkan beberapa gambar menarik sebagai sebuah data menarik bahwa mulai dari hari senin 16 Juni 2013 hingga 18 Juni 2013 terbukti titik api di Sumatera Wilayah Riau kian bertambah sekaligus membuktikan ketiadaan arti sebuah kepedulian sosial berskala Nasional.

Dapat kita lihat gambar di atas adalah situasi kebakaran hutan dengan jumlah 115 titik api di Provinsi Riau pada tanggal 16 Juni 2013. Dan jika dicermati untuk wilayah Sumatera Utara, Jambi, dan Sumatera Barat yang berbatasan langsung dengan Riau tidak memiliki jumlah titik yang banyak seperti Riau dalam kata lain dapat dijadikan bukti bahwa cuaca yang relatif sama di seluruh wilayah Sumatera bahwa tidak menjadi patokan sebagai penyebab utama kebakaran hutan.

Selanjutnya adalah data sehari berikutnya untuk tanggal 17 Juni 2013 dimana terlihat sedikit pengurangan jumlah titik api yang tidak signifikan dengan 106 titik api juga menunjukkan jumlah titik api masih dalam ketidakwajaran jika dibandingan dengan Provinsi lainnya yang berbatasan dengan Riau dengan suhu dan cuaca yang relatif sama. Kemudian marilah kita pandang baik-baik data opada tanggal 18 Juni 2013 di bawah ini.

Benar sekali, kembali pada hari berikutnya terjadi penambahan titik api menjadi 148 tempat kebakaran. Sedangkan pada provinsi lainnya tetap dalam jumlah kewajaran. Gambar telah berbicara, dan ini adalah perwujudan mentality bangsa kita yang tidak mau peduli lingkungan dan senang membuat kesusahan pada orang lain.

Salam

Sumber gambar: http://www.bmkg.co.id

Advertisements

Untaian Kata Hati Untuk Semangat Kebangsaan

Atas dasar ide warung kopi, maka saya laksanakan proyek nekad ini. Mengingat dalam 2 tahun saya telah menghasilkan 80 artikel atau 40 artikel dlm satu tahun atau rata2 4 artikel per bulan, dan semua saya tuangkan dalam blog pribadi saya. Dari 230 juta manusia Indonesia pun tercatat hampir satu juta viewer dan artinya masih ada 229 juta lagi yg menjadi sasaran saya. Maka dari itu saya nekad utk mem-buku-kan artikel2 yg njelimet tersebut. Saya mohon doanya semoga kenekatan saya ini bisa sukses, jika berminat memiliki coretan2 ngawur saya silahkan pesan dan di ganti dgn mahar 45 ribu saja belum termasuk ongkos kirim

 Alhamdulillah…saat ini buku telah selesai cetak dan baru 4 hari sudah laku 76 exp dari 200 cetakan…

 

Dalam rencana buku berikutnya akan diterbitkan awal 2014 (insyaallah jika tidak ada halangan) dengan judul “Macan Hitam Bumi Lancang Kuning” yang bercerita tentang penerbangan militer yang diangkat dari beberapa pengalaman pribadi, senior maupun rekan-rekan saya dimana tempat saya bekerja. Juga disisipkan beberapa tentang ilmu penerbangan dasar bagi seorang penerbang jet tempur yang tentunya bukan sebuah taktik tempur karena setiap ilmu penerbangan pada dasarnya adalah sama.

Dalam beberapa bab dalam buku ini saya juga mengangkat sebuah pendapat pribadi yang kesemuanya saya serahkan kepada pembaca untuk menilai karena pendapat atau opini tersebut adalah murni dari isi otak kiri, kanan dan tengah yang berkedudukan dalam kepala saya, bukan merupakan hasil referensi dari negeri antah berantah. Ketika militer digunakan untuk bertempur maka penerbang tempur adalah prajurit militer yang berada dalam satu sistem yang tak dapat dipisahkan satu sama lain demi terciptanya sinergitas menuju kemenangan dan kejayaan yang hakiki bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang pasti pendapat tersebut tentulah tidak popular namun saya yakin ketika melihat sejarah pesawat ulang alik untuk pertama kalinya diluncurkan dan semua orang pun tidak yakin dengan keberhasilannya. Pada intinya, semua lahir tetap dari obrolan warung kopi.

Rencana Cover depan:

cover

 

Rencana Cover Belakang:

cover belakang

 

Nantikan kehadirannya!!!

 

Salam

 

Seveneleven