Aku Adalah Nakhoda Dalam Hidupku

Labirin adalah sebuah jalan kebingungan yang kadang memang dibuat sengaja untuk membingungkan setiap manusia sehingga terjebak di dalamnya tanpa tahu jalan keluar mana yang harus ditempuh guna mencapai titik aman dengan pandangan luas tanpa halangan. Namun, labirin dengan segala keanehannya bukanlah sebuah jalan tanpa jalan keluar, walaupun sulit akan tetapi tidak sedikit pula manusia yang berhasil memilih dan melewatinya dengan aman bahkan lancar, karena kehati-hatian dan kewaspadaan selalu melekat bagi “Sang Korban”. Tak jauh berkisah dari sebuah kisah labirin adalah sebuah jalan setapak, dimana jalan tersebut berwujud lurus, kadang pula berliku-liku namun tak tampak halangan yang berarti. Akan tetapi, ketika melewatinya tiba-tiba dihadapkan pada sebuah cabang jalan, maka harus memilih diantara cabang-cabang jalan setapak lainnya.

Dalam hidup manusia, layaknya sebuah labirin dimana sering kita ditemukan dengan cabang-cabang dalam kehidupan maupun seperti berjalan di atas jalan setapak yang lurus dengan segala kemungkinan pula pada satu titik akan bertemu dengan sebuah persimpangan. Ketika dihadapkan pada sebuah persimpangan maka sebuah keniscayaan bagi setiap manusia untuk memilih karena pada hakikatnya seorang manusia adalah nakhoda pribadi dalam hidupnya. Disaat rasa bangga disandingkan untuk berhadapan dengan rasa cinta dan kasih adalah sebuah pilihan yang sulit dimana ketiganya adalah kebutuhan mendasar bagi setiap manusia.

Hakikat manusia adalah seorang pemimpin sebagaimana Rasul Adam diturunkan di muka bumi dengan tujuan inti untuk mengatur bumi dan mengarahkan haluan pelayaran kehidupan manusia bersama Sang Cinta Kasihnya ibu dari semua manusia, Siti Hawa. Nakhoda, seseorang yang menentukan arah dan haluan dalam sebuah pelayaran dimana terletak luasnya cakralawa. Pilihan adalah sebuah jalan yang dipertemukan Sang Khalik pada manusia agar setiap manusia dapat berfikir bahwa bumi Allah adalah diciptakan sangat luas bukan melainkan hanya satu titik. Sehingga ketika pilihan datang kepada manusia maka tentukanlah arah dengan lugas dan jelas karena Sang Khalik telah memberikan manusia kisi-kisi kehidupan bagi mereka yang mau berfikir.

Jalannya memang datang dari Sang Khalik, namun pilihan tersebut benar atau salah tetap manusia yang memutuskan. Namun, jalanNya sesungguhnya tidak pernah salah jika kita mau kembali berfikir. Berpindah haluan bukan berarti kalah dalam berjuang, karena kadang ketika kita menghadapi sebuah tantangan yang kita tidak mungkin sanggup melawannya maka baik adalah menghindar. Mencari jalan lain bukan pula berarti pupus Merah Putih dari jiwa raga, melainkan jika tak sanggup berubah dari dalam maka rubahlah hal tersebut dari luar. Karena hakikat berubah adalah “sekarang” bukan “nanti”.

Berubah untuk diri sendiri adalah hakikat dari sebuah “hijrah”. Hijrah di hati, hijrah di langit dan di bumi. Hijrah menuju tanah yang dijanjikan Sang Khalik menuju cakrawala yang mungkin saja lebih indah. “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. An-Nisa [4] : 100). Dan meraih sesuatu yang lebih baik dalam berhijrah maka sangat besar ganjaranNya, “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat (negeri) yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui”.(QS. An-Nahl [16] :41).

Dirimu adalah nakhoda dalam hidupmu dan aku pun juga demikian. Dalam sebuah keinginan dan hasrat untuk berubah selalu ada yang harus dikorbankan, karena hidup adalah pilihan.

 

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s