Kepemimpinan Pak Kucing

Kucing adalah hewan yang selalu dianggap lucu bahkan termasuk salah satu icon sahabat manusia. Hewan ini juga makhluk ciptaan Sang Khalik yang sangat bersih hidupnya bahkan pada kulit kucing ternyata terdapat jaringan ataupun sel-sel yang berfungsi untuk dapat membuang penyakit dari tubuhnya. Berikut adalah sedikit diantara jutaan kebaikan kucing yang tercatat oleh manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Kucing terbiasa pula hidup dengan koloni dimana setiap kucing memiliki daerahnya sendiri dan selalu terdapat daerah “netral” dimana para kucing dapat saling mengawasi atau bertemu tanpa adanya konflik teritorial atau agresi.

Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Mereka memiliki selaput pelangi atau iris membentuk celah pada mata yang akan menyempit.

Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan “kumis” atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. -Quotes Dari wikipedia-

Sedangkan bagi manusia, kucing sering digunakan sebagai hewan pembasmi tikus atau hewan pengerat lainnya karena dianggap sangat efektif dalam menyelesaikan masalah pencurian bahan makanan mau pun beberapa hal tidak baik yang disebabkan oleh tikus.

Kucing yang senantiasa tidak pernah meninggalkan penyakit maupun sisa kotoran dari lidahnya ketika minum air dari sebuah bejana, sehinggaa dapat pula diambil contoh bagi pemimpin manusia agar tidak meninggalkan “sisa keburukan” untuk generasi berikutnya dan selalu bermanfaat bagi semua umat.

Sedemikian bermanfaatnya arti kucing sehingga menjadi hikmah yang besar ketika didalam menentukan pilihan pemimpin dengan berprinsip seperti kucing.

Dimana pemimpin yang amanah seharusnya dapat menjadikan dirinya sebagai manfaat dan barokah yang mulia kepada manusia-manusia lain yang dipimpinnya.

Pemimpin yang benar-benar bekerja sunguh-sungguh untuk kepentingan kaumnya layaknya kucing yang tidak pernah melewati batasan-batasan yang telah dijanjikan antar koloni kucing itu sendiri.

Bahkan kucing dalam koloninya pun memiliki daerah netral sebagai wadah untuk saling mengawasi agar tidak terjadi konflik antara satu dengan yang lain dan seharusnya pula manusia dapat mencontoh kucing untuk dapat saling menyayangi sesama manusia itu sendiri.

Pemimpin yang dapat melihat dengan jelas di dalam kegelapan dunia, dimana kondisi kegelapan yang sudah saatnya dibawa ke arah yang terang benderang menuju kemenangan yang hakiki.

Layaknya kucing yang dapat menggunakan kumisnya untuk menetukan arah angin, sehingga pemimpin yang kuat pun dapat mengarahkan “kapal” pelayarannya ke arah yang benar sebagai nakhoda yang amanah.

Apakah mungkin, karena berjuta kebaikan dari seekor kucing, sehingga suatu saat kelelahan manusia menjadikan kucing sebagai pemimpin? Karena manusia sendiri yang selalu berbuat kerusakan seperti tikus. Dan hanya kucing lah hewan baik yang gemar membasmi tikus-tikus pencuri makanan orang lain.

Kemudian, apabila kita hubungkan dengan rangkaian pesta demokrasi Indonesia hingga pemilihan Presiden RI, maka sudah sepatutnya kita sebagai warg negara yang baik untuk dapat memilih seorang pemimpin yang benar-benar tegas, berani dan amanah. Bukan sekedar mengandalkan popularitas murahan seperti tikus-tikus pengerat kekayaan rakyat. Pemimpin yang mampu “menerkam” para tikus tersebut layaknya kucing yang dicontohkan dalam paragraf sebelumnya.

Pemimpin yang kuat, konseptual dan berfikir strategis tentunya sudah dipahami oleh rakyat dari beberapa hasil debat Capres beberapa minggu terakhir dimana Pak Kucing tampil begitu visioner dengan seluruh pengalaman dan kedekatannya pada rakyat. Kita berharap, pemimpin Indonesia bukanlah seorang yang hany mampu dan tunduk pada negara asing, karena memang benar bahwa negara Indonesia sangat cinta damai, namun bangsa ini lebih mencintai kedaulatan dan kemerdekaan negara diatas segalanya.

Presiden yang mampu menjadi nakhoda bagi seluruh rakyatnya untuk membawa kepada kemakmuran dan keutuhan dari Sabang hingga Merauke.

Jika banyak yang takut Pak Kucing menjadi orang nomer satu di negeri ini, tentulah mereka hanya tikus-tikus yang berkumpul dibawah lindungan asing dimana selalu dihantui oleh perasaan takut diterkam kucing pembasmi hama bangsa dan negara.

Jayalah Indonesiaku!!

Bismillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s