Tanpa Judul (Bismillah Selalu Indah)

Alhamdulillah, adalah sebuah kata yang paling pantas diucapkan sebagai wujud syukur pada Illahi sebagai awal langkah memulai hidup baru dalam profesi yang sama namun berbeda “medan juang”. Dengan segala dinamikanya, kebenaran adalah tetap milik Sang Pencipta dan kekeliruan adalah milik saya dimana sebuah pilihan yang telah ditentukan dengan niatan hijrah menuju jalan yang lebih hakiki dalam tuntunanNya.

Yang paling membuat hati senang adalah pergi tanpa merasa memusuhi dan tanpa peduli apabila sebaliknya dianggap musuh, namun di dalam medan juang yang baru, demi majunya generasi muda untuk mencapai cita-cita menjadi insan udara yang mungkin saja dikemudian hari akan menjadi duta bangsa untuk mengawaki “burung besi” berbadan besar seperti Airbus 380 atau Boeing 747.

Tanpa ingin berlama-lama dalam kenangan masa lampau, adalah lebih mengasyikkan untuk memandang cita-cita masa depan yang mungkin bisa jauh lebih baik, terlebih dengan menjadi pengajar pengendara besi terbang sungguh-sungguh akan mencurahkan ilmu pengetahuan penerbangan kepada putra-putra terbaik bangsa yang tentunya terseleksi dengan baik, paling tidak untuk beberapa tahun ke depan.

Setelah beberapa bulan vakum dari kegiatan tulis menulis, dimana masa sulit yang ternyata tidak sesulit apa yang saya bayangkan, akhirnya dalam momen yang baik bertepatan dengan Hari Jadi TNI AU yang ke 68, tiada ucapan yang pantas yang dapat saya ucapkan kepada institusi yang pernah membesarkan saya yakni “Dirgahayu TNI AU ku”.

Semoga Swa Bhuana Pakca tetap menjadi “Sayap Tanah Air”, hingga mengawal kejayaan Indonesia untuk sebuah kemenangan yang hakiki dalam kehidupan negara berbangsa hingga Indonesia tetap Hidup dalam mengarungi kejayaannya.

Menjadi generasi yang menang adalah cita-cita luhur dimana untuk mencapainya terdapat banyak jalan, sedangkan banyak pula kelompok yang berbicara sinis tentang arti pesta demokrasi dalam berbagai pendapat, namun jika kembali ke hati nurani akan menjadi membingungkan untuk memilih yang terbaik diantara yang buruk.

Sering dalam sosial media disampaikan sebuah kalimat,”kezhaliman akan terus ada, bukan karena bertambahnya orang jahat, melainkan diamnya orang baik”, memang sebuah bahasa yang sangat inspiratif, namun perlu juga diingat bahwa orang baik pun hanya mampu untuk memilih yang baik.

Akan tetapi, dibalik semua itu, semoga bangsa Indonesia akan tetap tegar berdiri, tidak seperti pendahulunya Sriwijaya, Majapahit dan Kesultanan-Kesultanan Islam yang runtuh bukan sebab kalah perang, melainkan permasalahan mental yang mendasari manusia-manusia rakus sehingga dapat dengan mudah diadu domba oleh bangsa asing.

Pancasila, yang konon katanya “Sakti”, namun sekarang pun telah bergeser dari nilai-nilai KeTuhanan, padahal jelas dalam sila pertama Pancasila, KeTuhanan Yang Maha Esa adalah sebuah kalimat yang seharusnya dipahami bahwa nilai-nilai KeTuhanan jangan pernah dipisahkan dari kehidupan bangsa ini. Dan, menyedihkan ketika bangsa ini lupa akan Tuhan (apapun agamanya), hingga nilai sekulerisme telah membunuh seluruh mental bangsa yang pernah bangkit di masa perjuangan kemerdekaan 1945.

Dengan Bismillah bagi yang Muslim atau sesuai kepercayaan masing-masing untuk selain Muslim, sehingga dengan membawa nilai-nilai KeTuhanan kembali kedalam hati nurani seluruh manusia Indonesia, semoga dengan ridho Allah bisa tetap menegakkan bangsa ini menjadi bangsa yang penuh kemenangan. Karena Gusti Allah pasti akan memenangkan HakNya.

”Ya Allah, Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah menerima petunjuk Engkau, dan berilah kami akan Rahmat dari Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang banyak pemberiannya.” (QS. Al-Imran : 8)

“Hanya Sebuah Opini “gantung” Dari Rakyat Biasa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s