Slogan Sebagai Moralitas Prajurit

Ketika komunikasi diantara dua makhluk terjadi, maka yang terjadi adalah interaksi dalam bentuk kata-kata yang kemudian sampai kepada telinga lawan bicara untuk diproses ke dalam otak, sumsum tulang belakang, maupun organ-organ tubuh lainnya yang memiliki kompetensi sehingga terjadi komunikasi dua arah sebagai imbas balik kepada lawan bicara lainnya.

Dengan kata lain, apa saja yang didengar oleh manusia serta dilihat oleh mereka, maka akan muncul seperti hukum fisika Newton tiga, dimana setiap ada aksi selalu menimbulkan reaksi. Bagaiamana intensitasnya, tergantung daripada besar aksi maupun sebagaimana kemampuan seseorang menerjemahkan dalam bentuk reaksi.

Sangat mungkin, jika sebuah kata-kata dapat mempengaruhi seseorang hingga kepada kepadatan etos kerja dan semangat bekerja hingga kepada mentalitas dan moralitas manusia penerima aksi dalam menerjemahkan aksi tersebut dalam bentuk reaksi.

Dalam hal ini, penulis sangat ingin mengedepankan bahwa sebuah slogan sebagai bentuk aksi yang diterima prajurit agar dapat diterima menjadi reaksi yang lebih baik.

Dalam beberapa buku yang mengedepankan perihal mind power, telah banyak memberi pengetahuan, dimana setiap perkataan ataupun bahasa negatif akan jauh lebih baik untuk dihindari agar tidak menimbulkan kenyataan yang negatif pula.

Bahkan, dalam beberapa ajaran agama, telah banyak pula menekankan bahwa sebuah perkataan adalah doa dan cenderung dari setiap hal negatif merupakan hasil dari perkataan yang negatif pula.

Bahasa negatif, dapat diartikan sebagai kalimat berarti “tidak”, menyangkal maupun kata-kata yang bermakna tidak diharapkan.

Memang akan sangat tidak mudah dan bahkan dianggap suatu hal yang tidak perlu untuk memperhatikan hal tersebut, padahal segala perjuangan bagi seorang prajurit akan jauh lebih mudah dijalani jika diawali dengan moril yang baik. Dan slogan positif adalah salah satu sarana untuk mencapai moril tinggi tersebut.

Tersebutlah sebuah slogan “NKRI Harga Mati”, dimana sebuah kata “mati” adalah sesuatu yang tidak pernah diharapkan oleh semua manusia normal di bumi ini. Mati memang bukan untuk dihindari, namun mati pun tidak perlu dicari karena akan datang dengan sendiri.

Slogan tersebut, cenderung akan menghasilkan prajurit-prajurit yang memang berani, namun dalam otak dan fikirannya telah ter-set up untuk mati, padahal dalam bentuk perang dimanapun, kematian adalah sebuah kekalahan. Bukankah seorang prajurit harus mampu menang dalam setiap perjuangan?

Mati untuk kedaulatan negara adalah sebuah kebanggaan yang amat sangat bernilai tinggi, namun ada satu hal yang lebih bernilai dari itu semua, yakni MENANG untuk kedaulatan negara tentunya sebuah pencapaian yang tak ternilai.

Menang, sudah pasti siap untuk kalah dan mati, namun Mati, tidak akan pernah menjadi sebuah kemenangan. Seperti slogan zaman perjuangan dahulu,”Merdeka atau Mati”, menjadikan sebuah pilihan, mau menang atau kalah? Jika mau menang maka buanglah “Mati” dan merdekalah untuk menang melawan penjajah eropa.

Sebuah hal yang mungkin dianggap ringan dan dilupakan hingga segalanya tetap bertahan dalam kenyamanan yang membuat kita sesungguhnya dalam kekalahan yang panjang.

Ayo kawan!
NKRI harus menang!
NKRI selalu hidup!
Merdeka untuk menang!
Jayalah NKRI!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s