Puisi Minggu Pagi (November 2014)

Aku menulis…

Melalui hati, lewat otak dan sum sum tulang belakang…

Memerintahkan tangan jari jemari dan untuk menekan “papan kunci”

Tanpa ada kepentingan…

Tidak jua Mencari muka untuk jabatan…

Hanya untuk diriku…

Mungkin juga untuk anak-anakku…

Atau keluargaku…

Bisa juga untuk lingkunganku…

Sapa tau juga untuk negeriku…

Bila tidak pun tak mengapa…

Selama bisa terus berkata jujur dari dalam hati…

—————–

Aku menulis…

Melalui hati, lewat otak dan sum sum tulang belakang…

Memerintahkan tangan jari jemari dan untuk menekan “papan kunci”

Tanpa ada kepentingan…

Tidak jua Mencari muka untuk jabatan…

Terus berinstrospeksi…

Walau caci maki terus menghampiri…

Karena nafkahku bukan dari menulis ini…

Melainkan sekedar hobi…

Bukan untuk menghina atau mencaci…

——————

Aku menulis…

Melalui hati, lewat otak dan sum sum tulang belakang…

Memerintahkan tangan jari jemari dan untuk menekan “papan kunci”

Tanpa ada kepentingan…

Tidak jua Mencari muka untuk jabatan…

Karena kepentingan selalu mengalahkan kesucian hati…

Terus mengatasnamakan Ilahirabbi…

Padahal mengidolakan komprador negeri…

Aku menulis dengan kejujuran hati…

4 thoughts on “Puisi Minggu Pagi (November 2014)

  1. Dari pernyataanmu tersuak seorang pria bijaksana.
    Manakah yg seharusnya jemari ini lakukan di pagi senyap. Melakukan hobi dengan kejujuran hati karena cinta atau memaksakannya bekerja demi masa depan yg cerah?

    Tsaaaah. Gw Pengen bisa puitis juga. Sok puitis tapi fail. -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s