Irian Jaya “Mutiara Hitam” Menantimu Kawan…

Sebelumnya tak pernah menyangka bisa sampai di sebuah pulau nan indah di ujung timur Indonesia ini. Irian Jaya, sebuah daerah yang sungguh permai sebagai salah satu penyumbang oksigen terbesar di dunia karena termasuk pulau terluas di dunia dengan hutan alam tropis yang masih belum terjamah

Kota Jayapura, di malam hari yang begitu gemerlap dengan susunan rumah-rumah bertingkat-tingkat di perbukitan adalah tata kota yang sangat asing dipandangan mata saya. Terdiri dari beragam etnis, Makasar, Menado, Jawa selain daripada original asli Papua itu sendiri.

Belum bisa membayangkan, bagaimana nantinya jika sesuai keinginan pemerintah untuk menghubungkan kota, desa atau bahkan lebih kecil daripada itu, ketika saya melihat dari atas awan terdapat satu rumah, satu kepala keluarga dengan satu airstrip, sebuah hal asing dari kehidupan manusia yang terasing, bukan?

Tanpa penerbangan perintis maka mereka tak bisa berhubungan dengan dunia yang sesungguhnya sembari bertanya, bagaimana cara anak-anak mereka bersekolah? Tak jarang penerbangan misionaris asing melayani mereka dengan suka cita. Sehingga, apa hendak dikata, ketika mereka cinta para pendatang berambut jagung?

Keinginan memuncak untuk dapat membawa saudara-saudara di sana menjadi kompetitor utama di tanah “mutiara hitam” tersebut, membantu mereka untuk dapat ikut menikmati peradaban Indonesia yang amat gemerlap di sisi barat negeri. Tentunya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dengan mempelajari, bagaimana para tuan berambut jagung bisa mendapatkan tempat dihati mereka, tentunya bukan hal mudah, karena dengan kulit sawo matang, rambut ikal sehingga dengan mudah mereka mengetahui bahwa saya berasal dari barat Indonesia yang sangat gemerlap sebagai sumber kecemburuan itu.

Tapi nyatanya, banyak juga diantara saudara-saudara itu memberikan senyuman ketika kita terlebih dahulu tersenyum terhadap mereka, terlebih ketika mereka tahu, melalui penerbangan perintis kami ikut memfasilitasi pembangunan daerahnya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Ya benar, kami saudara-saudara kalian dari Indonesia yang gemerlap perduli walau dengan cara kami sendiri. Sebuah pesan moril yang tersampaikan dengan perbuatan.

Ketika banyak orang berkata NKRI harga mati, demikian pula dengan diri saya yang telah purna namun tetap pernah bersumpah di bawah Al Quran untuk setia pada negeri, maka ini adalah salah satu dari sekian banyak cara yang dapat dilakukan untuk negeri tercinta yang sedang dalam sedikit atau banyak goncangan di hiruk pikuknya janji politik sebuah perseteruan warna warni selain Merah dan Putih.

Kawan, datanglah ke sini, bantu sang mutiara hitam bangkit dari tidur panjangnya. Tempat ini sangat indah jika ada yang membantu untuk memajukannya. Tentukan jalan dan caramu kawan, agar bisa mewujudkan mimpi mereka, mimpi dia dan mimpi kita bersama untuk menjadi mercusuar dunia bukan hanya sederhana.

Irian Jaya, 12 Februari 2016

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s