Assalamualaikum Papua

Apapun namanya, engkaulah Irian Jaya, dan untuk kali ini ingin sekali saya menceritakan kembali keindahan alam pulau berbentuk kepala burung ini dimana ternyata pada beberapa sisi bagian hutan sudah ada tertanam kebun kelapa sawit.

Sejenak saya berpikir, miripkah dengan Sumatera nantinya hingga habitat Harimau Sumatera pun terganggu. Pikiran positip saya, semoga ini adalah awal masuknya pembangunan di Pulau ini semoga tanpa merusak habitat apapun.

Adapun “Dabra”, sebuah kota kecil atau lebih kecil dari sebuah kelurahan yang terletak di sebuah kaki bukit tempat “pintu masuk” para pejuang penerbang perintis menuju komplek pegunungan Jayawijaya dengan sebutan “freeway”. Sisi utara Dabra adalah sungai yang cukup tenang airnya namun menurut penduduk setempat amat banyak buaya yang cukup ganas.

Seorang teman dari sebuah Negara di Eropa dengan antusias merencanakan untuk membawa sebuah media siaran di negaranya semacam NatGeo untuk meliput Dabra tentunya karena keaslian alamnya yang tidak akan pernah ditemukan di Eropa sana. Dia sangat mengagumi keaslian kehidupan yang masih sangat natural. Entah seperti apa jadinya acara tersebut, namun jarang sekali ada media siaran Indonesia melakukan hal seperti ini. Semoga akan ada juga nantinya, bukan sekedar acara berita saling serang, propaganda busuk, pembodohan ala-ala sinetron atau acara sosialita kebanci-bancian.

Kontras kondisi dengan hal tersebut, seorang bapak setengah baya berkata kepada saya, “senang sekali saya melihat ada wajah Jawa (walaupun saya bukan asli Jawa) mau datang bekerja di tanah Papua”, dan kemudian beliau menceritakan bahwa sungguh sulitnya pembangunan infrastruktur di daerahnya karena terpencilnya daerah tersebut hanya terjangkau melalui udara.

Tidak hanya satu daerah seperti tersebut di Papua Irian Jaya, walaupun kita tidak menutup mata bahwa pembangunan tidak semudah membalikkan kedua belah telapak tangan, melainkan butuh dukungan banyak pihak baik berupa tenaga, keahlian, pikiran dan tentunya biaya.

Iwur, Taria, Luban, Batom dan masih banyak lagi daerah-daerah yang belum saya kunjungi adalah contoh akibat “mati suri”nya pembangunan di daerah timur Indonesia sehingga mengakibatkan kecemburuan terhadap saudara-saudara sebangsa dari wilayah barat. Bukan menyalahkan yang sudah terjadi, akan tetapi justru sebagai bukti konkrit bahwa banyak yang terlewatkan dari angka 70 merdeka bagi bangsa Indonesia Raya.

Sebuah tata kota di Kota Jayapura yang begitu indah pada masanya, sedikit terlihat bahwa sempat ada sebuah rencana yang tertunda lama dari “the founding father” untuk menjadikan wilayah ini sebagai “central of gravity”. Namun entah apa sebab semuanya tertunda, tentunya ada sesuatu yang harus disembunyikan pada masa itu dari daerah ini agar tidak semua mata memandang bahwa sejatinya pusat kekayaan negeri ada di Irian Jaya.

Suatu hari saya mendarat di Oksibil, daerah pegunungan Bintang, karena cuaca saat itu kurang bersahabat sehingga acara terbang berganti dengan berdialog dengan penduduk setempat yang sangat berharap cuaca segera membaik. Mereka berkata,”dengan tujuan Kiwirok, jika cuaca tidak kunjung membaik, terpaksa kami harus berjalan kaki satu hari satu malam mengangkut sembako tersebut, karena keluarga di gunung sudah menunggu dan membutuhkan.

Buat saya, bekerja seperti ini sangat membuat saya tahu tentang kehidupan, bahwa masih banyak sekali saudara-saudara kita satu negeri yang belum tahu nikmatnya kemana-mana diantar “gojek” atau “grabtaxy”, mau apa, pesan apa, tinggal telepon makanan siap saji datang dalam hitungan menit.

Mereka punya peradaban dan mereka bukanlah manusia tertinggal jika saudara-saudara mereka satu negeri membantunya untuk menjadikan mereka seutuhnya dalam alam kemerdekaan.

 

Irian Jaya, 25 Februari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s