Assalamu’alaikum Jakarta

Ketika memutuskan untuk menulis artikel ini diantara beberapa laporan kerja dan berbagai artikel penerbangan yang menanti, bukanlah sebuah keinginan ekspos berlebihan atau ikut menyelam dalam kampanye hitam di era pilkada di seluruh Indonesia dalam kurun waktu empat bulan kedepan.

Hanya ingin sekali turut menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dari beberapa banyak kejadian tersebut. Sebut saja peristiwa “411” yang ternyata susunan angka ini adalah lafaz Allah dimana kegiatan ini sejati mendapatkan ridha yang sangat besar sehingga berjalan lancar, damai dan aman hingga akhir malam ada beberapa insiden.

Mengapa insiden, terlalu banyak hal konspirasi untuk menjelaskannya bahkan menjadi “blunder” antar kalangan jika membahasnya. Namun, yang perlu diketahui adalah, tidak ada ada satu pun yang seharusnya menakutkan, karena aksi Ilahi adalah murni, walaupun ada yang “menunggangi” adalah bahasa politik pembesar Negara demi eksistensinya.

Islam, bukanlah agama baru di dunia ini. Sebuah agama yang dianut oleh Sang Adam berdasarkan Tauhid Ilahi Rabbi manusia pertama di bumi yang indah ini. Hingga dalam perjalan sejarahnya selalu diterpa angin, gelombang dan badai yang tidak mudah dihadapi. Islam, sejatinya akan menjaga manusia apapun yang ia yakini dalam naunganNya.

Umat yang ditakdirkan berjumlah banyak, menang kuantiti namun bagaikan “riak-riak ombak” tidak kuat dan kokoh sama sekali. Sehingga apa yang perlu ditakutkan dari Islam? Sebuah umat yang lemah karena telah terpecah-pecah. Apa yang kalian takutkan? Bersatunya kami tentunya alasan kalian terus melemahkan kami. Sehingga membuat kami dituduh sebagai “biang” penyebab masalah oleh kawan-kawan berbeda aliran lainnya.

Islam, tidak melarang umatnya bermuamalah, berhubungan sesama manusia kepada siapapun Ras dan Kepercayaannya, sedemikian halnya dengan aksi damai 4 November 2016, dimana Islam tidak menyasar kepada Non Islam maupun etnis Tionghoa. Mereka teman-teman kami, mereka halal untuk bermuamalah bagi kami, namun yang disasar adalah seorang pemimpin yang gemar berkata kotor yang telah menistakan Al Quran sebagai kitab suci yang kami jadikan pedoman hidup kami.

Disitulah letak permasalahannya dan jangan dibiaskan ke arah perbedaan antar keyakinan. Perbedaan antar keyakinan itu adalah hal yang pasti, karena takdir mengatakan bahwa setiap keyakinan pasti memiliki kitab yang isinya berbeda walaupun semua mengajak pada kebaikan umatnya.

Penistaan kitab suci serta penghinaan kepada ulama adalah sebuah hal yang prinsip bagi umat Islam, karena kepada ulamalah umat belajar dan mendengarkan hingga melakukan kebenaran yang hakiki. Sehingga tidaklah perlu kawan-kawan keturunan Tionghoa takut ataupun mengungsi demi menghindari Jakarta. Justru bersatulah dengan kami demi menuntut keadilan kepada si penista agama tersebut.

“Sudah minta maaf”, benar sekali, Islam adalah pemaaf, namun ada sebuah ilustrasi,”ketika ada sanak saudara kita diperkosa, dirampok dan dibunuh”, apakah kita sebagai keluarganya ikhlas masalah diselesaikan hanya dengan “maafkan saya khilaf”, apakah permintaan maaf Jessica bisa menghidupkan kembali Mirna? Tentunya hukum yang harus ditegakkan.

Kawan-kawan non muslim, Tionghoa dan Arab, ayolah bersatu dengan objektif melihat masalah ini, jangan provokasi diri anda sendiri oleh emosional minoritas yang sejatinya dijadikan “tameng” oleh si penista itu sendiri. Dia yang bersembunyi dari isu SARA dan minoritas tersebut dan ingin memecah belah kita yang sudah saling berdampingan tangan erat selama ini. Kami hanya tuntut SATU orang saja, bukan etnisnya.

Tak perlulah kita siapkan paspor karena pecahnya negeri ini, tetapi rapatkan saja barisan kita kawan-kawan. Tidak perlu berpikir konspirasi yang membingungkan itu kawan-kawan, karena dengan rapatnya barisan kita telah punya anti-proxy itu sendiri. Percayalah, trauma ’98 itu hanya menakuti anda dan tidak akan ada lagi!!! Jangan Takut Kawanku!!! Kita tetap bisa maju bersama!!! Luruskan niât kita bersama!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s