Peran Pilot Indonesia Sebagai Komponen Cadangan Pertahanan Negara Dalam Menghadapi Proxy War Untuk Keutuhan NKRI

…Pasukan dari Daha datang menyerang Wijaya pada hari ketujuh bulan itu, Ike Mese dan Gaoxing datang pada hari kedelapan, beberapa prajurit Daha dikalahkan, sisanya kabur ke pegunungan. Pada hari kesembilan belas, pasukan Mongol bersama sekutu mereka tiba di Daha, bertempur melawan lebih dari seratus ribu prajurit, menyerang tiga kali, membunuh 2.000 orang sambil memaksa ribuan lainnya mundur ke sungai lalu meneggelamkan mereka. Jayakatwang mundur kembali ke istananya …(Yuan Shi – 210)

 

Berbagai macam teknik peperangan telah digunakan semasa manusia hidup di muka bumi. Di Indonesia sendiri, para leluhur pernah melakukan sebuah teknik dimana perang dan menang tanpa perlu berperang. Dimana saat itu Raden Wijaya Sang Pendiri Majapahit berhasil merebut kekuasaan pengkhianat Singosari dari Kediri bernama Jayakatwang dengan menggunakan kekuatan pasukan dari Kekaisaran Mongol.

Sehingga berkembangnya teknologi dengan selaras terhadap perkembangan pola pikir manusia, dimana taktik dan strategi menyesuaikan dengan kemampuan persenjataan yang dimiliki sebuah kekuasaan. Memperoleh kemenangan dengan sedikit upaya dan minimal korban jiwa adalah menjadi favorit dalam peperangan zaman modern saat ini. Persenjataan hanya menjadi sebuah simbol kekuatan namun sejatinya tidak murni digunakan dalam perang.

Terutama terhadap Negara seindah dan sekaya Indonesia, dimana penduduknya sangat banyak dan hampir semua “senang berperang”. Kita pelajari sejak zaman penjajahan, dimana wilayah nusantara tidak benar-benar dikuasai dengan kekalahan berperang, namun akibat pengkhianatan dan adu domba musuh; pembodohan umat manusia; dan penghapusan sejarah milenium menjadi sebuah sejarah Negara terjajah.

Hingga saat ini, babak “proxy war” benar-benar telah masuk ke negeri ribuan budaya dan terpisah oleh ribuan pulau sehingga sangat mudah bagi “musuh” Negara untuk menguasai Indonesia melalui doktrin-doktrin ideolodi baru; penyebaran narkotika dan obat-obatan terlarang; perdagangan manusia; sosial media.

Tulisan singkat ini dibuat dengan maksud memberi gambaran kepada Negara bahwa Pilot Indonesia siap berperan langsung dalam menghadapi “proxy war” dan bertujuan untuk membangkitkan jiwa siap bela Negara kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi para Pilot Indonesia.

Ancaman.

1. Narkoba.

Perang proksi, adalah perang yang terjadi ketika suatu pihak berperang dengan menggunakan kekuatan pihak ketiga sehingga pihak tersebut tidak ikut terlibat langsung dalam arena berperang. Perang tersebut tanpa menggunakan kekuatan fisik bagi pihak tertentu melainkan dengan intelijensia, adu domba sehingga aim tercapai untuk penguasaan suatu wilayah secara de facto sehingga dunia memandang perlu diakui secara de jure.

            Di Indonesia, perang proksi sudah sering dibahas tentang bahaya dan ancamannya, dimana bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam ribuan suku dan pulau ini sangat mudah menjadi sasaran perang proksi terlebih begitu banyak potensi sumber daya alam yang potensial untuk dikuasai.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam konteks peran pilot Indonesia sendiri adalah permasalahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Beberapa kali terdengar dalam berita di media, bahwa beberapa pilot terlibat dalam penggunaaan penyimpang dari obat-obatan terlarang tersebut. Sesungguhnya, melalui dunia penerbangan ini adalah pintu masuk paling mudah bagi musuh-musuh Negara dalam menjalankan aksinya untuk perang proksi tersebut.

Kita ketahui bersama, bahwa narkoba adalah bahan kimia terlarang yang dapat merusak otak dan mental manusia. Dengan mudahnya masuk ke Indonesia, maka akan mudah pula untuk menguasai sebuah Negara yang generasi mudanya lemah mental dan berpikiran mundur akibat dari reaksi narkoba dalam tubuh.

Terlebih pada penerbangan dari dan menuju luar negeri, karena pilot adalah manusia yang memiliki akses mudah untuk mencapai pesawat terbang sehingga sangat rawan untuk dimanfaatkan terhadap ancaman ini. Narkoba adalah ancaman serius bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan saja bagi Pilot, namun, pilot adalah salah satu bagian yang dapat menjadi sasaran empuk sebagai target penyerangan dalam perang proksi.

2. Pelanggaran Ruang Udara.

Selain daripada ancaman narkoba, ancaman yang sering terjadi di dunia penerbangan dan sedang hangat dibicarakan beberapa saat lalu adalah pelanggaran wilayah udara. Dimana sesuai Undang Undang penerbangan no 1 tahun 2009, terdapat wilayah-wilayah ruang udara terlarang dan terbatas yang tidak boleh dilewati oleh penerbangan sipil untuk kepentingan pertahanan Negara.

Perihal pelanggaran wilayah ruang udara ini, potensial memecah belah antara dunia penerbangan sipil dengan TNI sebagai instansi yang bertanggung jawab mengenai pertahanan udara nasional. Sejatinya kedua belah pihak adalah suatu bagian yang tidak terpisahkan sebagai Komponen Utama (TNI) dan Komponen Cadangan (Pilot Sipil) dalam pertahanan nagara Indonesia.

Kita bisa mengambil contoh peristiwa 911 tahun 2001, walaupun banyak versi menceritakan analisa kejadian tersebut, pastinya perlu menjadi contoh baik bahwa perlunya sinergi antara Komando Pertahanan Udara Nasional RI dengan dunia penerbangan sipil guna menghindari terjadinya hal-hal serupa yang membahayakan ribuan bahkan jutaan nyawa.

Bukan untuk saling mencurigai, namun dengan terpadunya antara penerbangan sipil dan komponen pertahanan Negara, akan dapat menangkal segala ancaman peperangan proksi yang menjadi ancaman Negara. Tidak hanya pilot Indonesia, namun juga terhadap pihak pemandu lalu lintas udara dimana peran military civil coordination sangatlah penting dan harus ditingkatkan.

Upaya Penangkalan.

1. Narkoba.

Pilot Indonesia melalui Ikatan Pilot Indonesia telah melakukan audiensi dan menyatakan berperang terhadap Narkoba kepada Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Audiensi dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia beserta para badan pengurus yang diterima langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso

Bahwa pilot Indonesia adalah insan berakal dan bermental baik yang anti terhadap narkoba dan akan terus memberikan penyuluhan kepada seluruh anggota Ikatan Pilot Indonesia untuk terus berperang melawan Narkoba yang bisa merusak mental bangsa Indonesia.

Menganggap bahwa Narkoba adalah musuh dan sampah masyarakat yang harus dibasmi dan diperangi. Ikatan Pilot Indonesia juga ikut serta mendukung peran Kementerian Perhubungan pada peningkatan aviation security di seluruh bandara-bandara yang ada di Indonesia sebagai salah satu pintu masuk utama narkoba ke Indonesia.

2. Pelanggaran Ruang Udara.

Telah diadakannya forum komunikasi ATC dan Pilot Indonesia oleh komite ATS Ikatan Pilot Indonesia bekerja sama dengan PT Airnav Indonesia dimana turut mengundang personel dari Kohanudnas untuk membahas pelanggaran wilayah ruang udara terbatas dan terlarang. Telah dipaparkan juga oleh Asisten Operasi Kohanudnas, Kolonel Pnb Palito Sitorus mengenai pentingnya menjaga wilayah ruang udara terlarang dan terbatas tersebut.

Untuk sebuah kepentingan pada masa-masa khusus misalnya jika terjadi emergency pada penerbangan pesawat sipil, masih akan dilakukan kesepakatan mengenai FUA (flexible use of airspace) sehingga kedepannya antara penerbangan sipil dan militer pertahanan Negara dapat lebih sinkron dan tercipta hubungan yang baik demi menangkal ancaman perang proksi yang ingin memecah belah rakyat Indonesia.

Kesimpulan.

Dari uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Pilot Indonesia adalah Komponen Cadangan yang potensial bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam hal menangkal ancaman perang proksi yang sedang mengancam Indonesia saat ini. Baik Narkoba maupun miss komunikasi mengenai pelanggaran wilayah ruang udara nasional Indonesia adalah potensi untuk memecah belah antara Komponen Utama (TNI) terhadap Komponen Cadangan (Pilot Sipil) yang seharusnya bersinergi demi kepentingan bangsa dan Negara dalam menangkal segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan bagi Negara di kemudian hari.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s