Nilai-Nilai Kepemimpinan (Leadership Values)

Sangat banyak artikel-artikel yang menuliskan tentang prinsip-prinsip kepemimpinan, namun masih sedikit sekali pemimpin yang mengaplikasikan teori-teori kepemimpinan tersebut. Bebebrapa pemimpin biasa mengandalkan gaya kepemimpinan berdasarkan pengalaman yang mendasari hidupnya selama beranjak membangun kedewasaan sebagai follower hingga matang sebagai pemimpin.

Pola leading by example sejatinya sering diterapkan bagi mereka yang berpengalaman bertahun-tahun menjadi follower hingga indah masanya dapat menjadi pemimpin yang baik dan disegani. Leadership Value yang mereka terapkan adalah tanpa teori, akan tetapi ketika dalam memimpin setiap pengikutnya dapat merasakan value yang luar biasa.

Leadership Value sejatinya dapat memotivasi follower dengan menghubungkan maintanance of aim (asas tujuan) organisasi dengan nilai-nilai pribadi karyawan atau dikenal dengan maintanance of morale (asas moril yang baik). Mereka dapat melakukan manajerial terhadap asas tujuan dan moril ini sehingga karyawan dengan sendirinya dapat memahami kepastian tujuan sebuah organisasi dengan moril yang kuat serta merasa perlu untuk terus melakukan yang terbaik dan mengidentifikasi kekuatan yang dimilikinya dengan sukarela untuk keberhasilan organisasi serta misi-misinya.

Respect. Menghormati bawahan adalah hal yang sangat jarang dilakukan seorang pemimpin. Beberapa pemimpin merasa sebagai on top position sehingga hak untuk dihormati seakan-akan adalah milik murni dirinya sebagai pemimpin. Perasaan senioritas paling sering dijadikan alasan dalam kasus kepemimpinan seperti itu. Padahal sejatinya setiap manusia memiliki value dari setiap dirinya. Pemimpin tidak akan bisa menjalankan sebuah organisasi tanpa timbal balik kerjasama yang bagus dari anak buahnya. Value ini akan berbalas indah ketika seorang pemimpin bisa melakukan eksplorasi value dari follower-nya bahkan anak buah sedia membela pemimpinnya dengan jiwa raga yang dimilikinya. Harga diri, memahami dan menghormati orang lain tanpa memandang perbedaan; memperlakukan orang lain dengan penuh martabat, berempati dan kasih sayang; akan mendapatkan kemampuan untuk mendapatkan rasa hormat dari orang lain.

Integritas. Lebih dari sekedar pengakuan untuk bersatu, namun layaknya budaya timur yang ada di Indonesia maka Integritas bukanlah hal asing untuk gaya kepemimpinan yang ada di Indonesia. Beberapa hal seperti yang ditunjukkan oleh keberanian moral, kekuatan etika, dan kepercayaan; menepati janji dan memenuhi harapan. Dimana hal-hal tersebut dilakukan dengan perencanaan yang baik dan lebih menghargai ketepatan waktu, pemahaman kegunaan dari sebuah rencana dan mengetahui sasaran maupun tujuan dari sebuah organisasi. Integritas yang baik harus memiliki kekuatan diri untuk bertindak dengan niat atas nama kepentingan umum; mengambil sikap dalam menghadapi kesulitan; bertindak berani dalam pelayanan inklusi dan keadilan.

Kompetensi. Kepemimpinan bukan hal yang dapat dibuat-buat terutama hanya untuk pencitraan diri. Perlu adanya konsistensi, kongruensi dan transparansi dalam menunjukan kompetensinya sebagai leader. Dalam hal ini sangat kontradiski antara sebuah kompetisi yang sering dilakukan dalam pola pemilihan pemimpinan dalam sebuah Negara demokrasi, namun melupakan kompetensi dalam nilai-nilai, keyakinan dan tindakan. Kompetensi seharusnya dapat mengintegrasikan value dan prinsip-prinsip untuk menciptakan nature organisasi yang terarah dan berkontribusi terhadap perkembangan follower. Kompetensi sejatinya bagi seorang pemimpin untuk dapat menciptakan pemimpin-pemimpin baru lainnya sebagai proses regenerasi dalam sebuah organisasi hingga berkomitmen pada hal-hal yang melampaui kepentingan diri sendiri; kerendahan hati pribadi demi tujuan yang lebih besar.

Wisdom. Manusia bijaksana sudah pasti sangat nyaman untuk dijadikan pemimpin. Namun, value of wisdom yang diharapkan harus disertai kecerdasan. Bijaksana, dan cerdas sehingga akan selalu mampu menentukan cara bertindak maupun alternatif cara bertindak yang terbaik demi terlaksananya sebuah program kerja sebuah organisasi. Bijaksana dengan pemahaman yang luas dari dinamika anak manusia dan kemampuan untuk menyeimbangkan kepentingan berbagai pemangku kepentingan yang lebih atas daripada dirinya bersinergi dengan value of followers ketika membuat keputusan serta dapat mengambil perspektif jangka panjang dalam pengambilan sebuah keputusan.

Dan value yang paling penting dari semua itu adalah “good leader always coming from good follower”. Jika anda bukan good follower maka kemungkinan dikemudian hari anda bukanlah seorang good leader. Namun sebaliknya, jika saat ini anda belum menjadi good leader maka mungkin saja saat dulu anda sebagai follower anda bukanlah seorang good follower.

Sumber:

http://masonleads.gmu.edu/about-us/core-leadership-values/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s