Pancasila: Iya Atau Tidak?

Masih dalam suasana #pekanpancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Subjektifitas mengatakan 1 Juni; 22 Juni; atau 18 Agustus sebagai hari jadi dalam berbagai versi, namun biarlah subjektifitas tenggelam dalam kenyataan bahwa Proklamator telah tetapkan 1 Juni sebagai hari resminya.

Sebagai manusia yang pernah disumpah secara Syar’i dibawah naungan kitab suci untuk selalu setia kepada Pancasila dan UUD 1945, walaupun masa purna dini telah dijalani namun sumpah tetap berlaku selama hayat dikandung badan. Pernah hidup pada rezim orde baru dan menyaksikan perubahan dalam alam reformasi.

Bukan termasuk pendukung rezim orba, karena sangat merasakan hegemoni Javanisme yang begitu dominan pada masa itu, namun juga termasuk kecewa dengan keberadaan era reformasi saat ini yang hampir membawa negeri gemah ripah loh jinawi terjerembab dalam jurang perpecahan.

Nilai-nilai luhur Pancasila yang sedemikian indah terasa sukses dalam 32 tahun Indonesia menjadi negara yang memiliki stabilitas politik yang aman dan tenteram. Penggemblengan otak dalam penataran P 4 dalam setiap edukasi resmi mulai dari Sekolah Dasar hingga pergguruan tinggi maupun semua lini bangsa.

Ada mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yang senantiasa membawa moral anak anak bangsa menjadi stabil dan tidak bertindak aneh seperti zaman kalabendo ini. Anak bandel biasa, bawa rantai biasa, celana cutbray pun oke saja, namun semua berada dalam norma-norma kebaikan dan susila yang baik.

Lupa akan sejarah bangsa, apakah masih ada pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa pada anak anak kita hari ini? Hapal kah mereka kepada siapa siapa pahlawan nasional, kemerdekaan dan perjuangan kemerdekaan bangsa? PSPB, sebuah pelajaran pembangkit jati diri cikal bakal penerus bangsa seperti hilang ditelan bumi.

Bukan maksud melihat kebelakang untuk mundur ke masa lalu, namun, sewajarnya membandingkan dua masa yang pernah kita alami. Hampir 20 tahun era reformasi, sudah lebih dari setengah usia berkuasanya rezim orba, namun tren menurun  terjadi mengenai moral bangsa pada setengah dekade terakhir. Bolehkah kita cemas atas kondisi negeri tercinta ini?

Ironi, ketika semua bicara Pancasila, bicara Bhineka Tunggal Ika, tapi sedikit yang mengikuti perkembangan bahwa butir butir Pancasila telah teramandemen beserta UUD 1945 pun serupa. Slogan slogan bertebaran hanya sebagai alat eksistensi dalam sosial media tanpa tahu ISI dan ILMU yang benar. Pun yang benar tertuduh salah, dan yang tidak benar merasa benar.

Jika cinta Pancasila, kenapa tidak kembalikan penataran P 4 seperti sedia kala? Kenapa tidak kembalikan moral bangsa dengan kurikulum PSPB, PMP, Pra Karya dan sebagainya itu. Sejelek jeleknya orde baru, akan tetapi terbukti selama 32 tahun Kesaktian Pancasila terjaga kuat tanpa embel embel media masa. Hanya senyap, bertindak dan aman.

Sejarah bangsa kita adalah kita punya dan kita yang catat serta kita yang banggakan sebagai Jati Diri bangsa merdeka yang berdaulat dan beradab. Kesaktian Pancasila tidak akan pernah kembali hanya dengan tagline atau hastag di media sosial, namun harus di pahami, praktekkan dan diamalkan.

Jadilah sebagai bagian dari ILMU untuk bangsa yang kita cintai.

Selamat Hari Jadi Pancasila

1 Juni 2017

-Dari Pendukung Setiamu-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s