STANDING WATER DETECTOR

Artikel Ditulis oleh: Capt Teddy Hambrata Azmir

Runway Condition Reading (RCR) adalah ukuran koefisien gesekan ban-ke-runway. RCR adalah. diberikan sebagai nilai yang digunakan untuk menentukan karakteristik pengereman pesawat terbang untuk berbagai kondisi permukaan landasan pacu. Kondisi runway yang basah atau tergenang air dapat menyebabkan kondisi hydroplaning sebuah hazard yang berakibat pada terjadinya accident atau incident.

Hydroplaning adalah suatu kondisi dimana genangan air menyebabkan roda pesawat yang bergerak kehilangan kontak dengan permukaan yang menahan beban yaitu runway. Hal ini menyebabkan fungsi pengereman roda menjadi tidak efektif sehingga kecepatan pesawat tidak dapat dikurangi setelah mendarat.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara (Litbang Udara), bekerjasama dengan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk membuat mitigation tools berupa alat yang bernama Standing Water Detector. Proyek penelitian dan pengembangan yang sudah dimulai sejak tahun 2019 ini semakin dimantabkan pada tahun-tahun berikutnya sebagai inovasi kolaborasi anak bangsa.

Percobaan dilakukan hingga finalisasi menuju hak paten hingga nanti dapat diproduksi masal demi tercapainya zero accident di dunia penerbangan Indonesia. Investasi keselamatan penerbangan adalah investasi yang sangat besar karena sebagai output-nya adalah quality reputation dalam dunia penerbangan Indonesia itu sendiri.

Standing Water Detection, dalam percobaannya dipasang dalam delapan titik, empat titik sisi utara dan sisanya pada sisi selatan Bandara New Yogyakarta International Airport. Idealnya, untuk runway sepanjang 3250 meter dipasang enam belas titik pada tiap sisi-sisi berlawanannya.

Alat canggih buatan anak bangsa ini dapat mengintegerasikan data ketebalan air terhadap permukaan landasan pacu menjadi sebuah informasi yang diteruskan dengan transmitter dan repeater dengan menggunakan tenaga surya sehingga informasi dapat diterima oleh air traffic controller untuk disampaikan ke pesawat yang sedang menuju suatu bandara tersebut. 

Teknologi instrumentasi berbasis kapasitor ini juga menggunakan bahan composite yang cukup memiliki ketahanan terhadap kondisi cuaca disekitarnya. Dalam keterangannya, peralatan ini juga dilengkapi oleh sistem secure yang bagus sehingga dapat terjaga dari kebocoran informasi yang dapat menyebabkan potensi terganggunya sistem keamanan dan keselamatan penerbangan sehingga akurasi informasi akan tetap terjaga dan terpercaya.

Sebuah harapan kedepan, agar nantinya perlatan canggih buatan kolaborasi anak bangsa ini bisa mendapatkan dukungan dari Pemerintah baik secara paten maupun regulasi keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai aset mandatory bagi regulasi keselamatan dan keamanan penerbangan di Indonesia agar reputasi penerbangan Indonesia semakin baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s