PANDUAN BARU PERJALANAN UDARA

CAPT TEDDY HAMBRATA AZMIR (Praktisi Penerbangan Indonesia)

Persiapan Perjalanan
Sudah saatnya Pemerintah Indonesia untuk kembali membangun dunia penerbangan Indonesia yang semakin terpuruk dengan melakukan revisi aturan-aturan yang sangat merugikan perekonomian nasional akibat drastis penurunan transportasi udara masa wabah covid 19.
Adapun solusi yang dipesankan melalui artikel ini adalah untuk menyampaikan pesan layanan masyarakat untuk kembali percaya diri dan aman serta sehat jika kembali melakukan perjalanan udara.

Smart Check In
Di setiap bandara harus re-setting ulang desain industri masing-masing check in room setiap maskapai penerbangan dengan menempatkan “small clinic” pada yang ruangan check in; alat cek bagasi dengan sinar ultra violet dan touchless access untuk pelaksanaan check in. Dan menempatkan alat bio microbes screening sebelum x-ray check memasuki gedung terminal.

Terminal Bebas Mikroba
Transparansi pengelola bandara juga sangat diperlukan untuk mengembalikan public confidence dengan menyakinkan semua pihak bhwa setiap ruangan terminal di bandara telah dilengkapi dengan peralatan filter udara untuk mencegah tersebarnya berbagai macam mikroba.

Air Quality Measurement
Salah satu upaya transparansi di Bandar Udara adalah dengan melakukan instalasi pengukur kualitas udara (air quality measurement). Dengan adanya alat tersebut pada setiap Bandar Udara akan memberi keyakinan kepada seluruh pelanggan dan pengguna Bandara bahwa mereka sedang berada di dalam daerah “hijau” dengan kualitas udara yang sehat dan bebas dari mikroba.

Inflight
Setiap maskapai penerbangan harus melakukan prosedur kesehatan yang sama kepada seluruh petugas dan awak penerbangan (rapid test); menyediakan alat pelindung diri berupa faceshield dan facemasks; dan mensosialisasikan kepada publik bahwa sirkulasi udara di dalam pesawat telah dilengkapi dengan sistem High Eficieny Particular Air (HEPA) yang akan membersihkan ruangan cabin dari berbagai macam mikroba hingga prosentase 99,9%.

Setelah Penerbangan
Sehingga publik tidak perlu lagi ragu, bahwa perjalanan anda dengan penerbangan udara sangat aman dan memiliki prosedur kesehatan yang berlapis. Tentunya sesuai dengan prosedur tetap “normal baru” yang ditetapkan oleh pemerintah.

Aviation Bio-Security

Pandemic Covid 19 yang kita tahu tersebar mulai akhir tahun 2019, memasuki awal tahun 2020 semakin mewabah ke seluruh dunia. Dimana lebih dari 20 ribu penderita terkonfirmasi dengan jumlah korban tewas lebih dari 1300 jiwa di Indonesia.


Di dunia aviasi, akibat masif penyebaran wabah Covid 19 sejak akhir April 2020 telah terjadi statistik “terjun bebas” untuk operasional pesawat terbang di seluruh maskapai Indonesia akibat upaya pemerintah menghentikan laju pergerakan manusia menjelang Hari Raya Idul Fitri dan mencapai 70% lost of operations yang terjadi hingga saat ini.


Namun demikian, industri aviasi di Indonesia harus segera menyesuaikan dengan timeline yang dijadwalkan pemerintah dalam rangka economic re-start mulai bulan Juni 2020 karena sejatinya industri perhubungan udara adalah salah satu komponen strategis negara kepulauan seperti Indonesia dimana 2,7 triliun dolar GDP dunia sangat bergantung pada industri aviasi. Akan tetapi, bagaimana dapat melakukan operasi penerbangan seutuhnya di tengah-wabah melanda saat ini?

Aviation Bio-Threats


Covid-19 berawal dari Negeri Tiongkok dan menyebar dengan sangat cepat dalam 3 hingga 4 bulan hingga merenggut jutaan nyawa manusia dan meruntuhkan perekonomian di beberapa negara. Beberapa perusahaan telah memberlakukan penyesuaian terhadap karyawan mulai dari penundaan pembayaran hingga PHK.


Wabah corona virus 19 menjadi ancaman bagi dunia industri penerbangan bukan hanya bagi maskapai saja sebagai operator, akan tetapi juga menyebabkan hilangnya public confidence untuk ber-traveling menggunakan moda transportasi udara.


Aviation Bio-Threats Covid 19 bukan saja telah menjadi ancaman bagi jiwa manusia namun juga bagi perekonomian negara, sehingga penting untuk penerapan Aviation Bio-Security dalam proses recovery antara lain perlindungan kesehatan dalam koridor safety; dan mengembalikan kepercayaan konsumen bahwa dengan Aviation Bio-Security dapat melindungi seluruh penumpang hingga tiba ditujuan.


Aviation Bio-Security


Dengan aviation bio-security akan mengembalikan kepercayaan customer demi mendukung program economic re-start dalam ruang lingkup new normal era. Pada gambar dibawah ini adalah temporary multi-layer bio-security yang di rekomendasikan oleh Internasional Air Transport Association (IATA).

Apakah langkah ini tidak beresiko? Tentunya tidak ada langkah dalam peperangan yang tanpa resiko. Ketika awal Covid 19 terjadi, kita semua pasrahkan diri kepada para-medis sebagai garda terdepan melawan Covid 19, namun karena wabah ini tidak dapat diprediksi penyebarannya dan belum ada kepastian vaksin dengan mutasi virus ini terus berkembang sehingga setiap kita harus menjadi pejuang dalam melawan Covid 19. Dalam dunia aviasi, dengan melaksanakan new normal protocol adalah cara perjuangan terbaik untuk mendukung re-start seluruh operasional penerbangan.


Oleh IATA, physical distancing tidak begitu efektif dalam ruang cabin pesawat yang setting sirkulasi udara dapat diatur sedemikian rupa dalam kondisi aman dengan catatan seluruh penumpang tetap menggunakan faceshield dan facemasks. Inflight, tempat duduk tengah tidak perlu dikosongkan, karena setiap penumpang yang telah menggunakan faceshield dan facemasks tidak duduk saling berhadapan dan arah alur air conditioner harus diarahkan tegak lurus ke bawah kaki penumpang.


Akan tetapi, hal tersebut harus tetap melalui proses panjang dari ground operations dengan rapid test with swab PCR serta beberapa protocol baru lainnya sebelum memasuki pintu pesawat.


Mulai sekarang, kita adalah pahlawan bagi diri kita sendiri dalam melawan Covid 19.

Ref:

  1. ICAO Doc. 10144, 2020
  2. IATA Biosecurity for Air Transport, 2020
  3. OAG, April Analysis, 2020

Maukar dan Makar: Sisi Lain Sebuah Sejarah

Labda Gegana Nirwesthi

Coretan kali ini akan menceritakan sedikit sejarah sisi lain dari Skadron Udara 12, sebagai sebuah kisah tertulis untuk motivator generasi berikutnya dalam berjuang demi Negara Kesatuan Repiblik Indonesia.

Daniel Alexander Maukar, pria kelahiran Bandung, 20 April 1932, adalah seorang perwira TNI AU yang bertugas di Skadron Udara 12 (era awal), Kemayoran (pada saat itu). Telah mencatatkan sebuah kejadian pada tahun 1960an yang bertepatan dengan penjadwalan rutin sonic boom pesawat mig 17 dengan sasaran Lanud Halim Perdanakusuma.

Daniel mendapatkan jatah terakhir setelah Letnan Satu Goenadi, Letnan Dua Sapoetro dan Letnan Satu Sofjan Hamsjah. Belakangan diketahui bahwa sonicboom Daniel ternyata berada lebih jauh dari yang direncanakan.

Sasaran pertama setelah mengudara adalah tangki bensin BPM. Daniel tahu persis bahwa kawasan BPM adalah daerah tertutup dan sepi. Tidak sulit untuk mengetahui kawasan itu karena Herman Maukar (kakak kandung Daniel) bekerja di BPM. Dari ketinggian 800 meter dengan sudut 30 derajat Daniel melakukan penembakan (bukan sonic boom)

Setelah sasaran pertama, Daniel bergerak ke Istana Merdeka. Sebelumnya, Daniel telah mendapati informasi bahwa tiap hari kerja, Presiden Soekarno selalu berada di ruangan sebelah kanan istana sehingga dari ketinggian 600 meter, Daniel menembaki  Istana Merdeka. Setelahnya, Daniel mengaku langsung menuju Bogor dan melepaskan lagi tembakan di Istana Bogor.

Pesawat MiG-17 tunggangan Daniel mendarat secara darurat di Leles, sekitar pukul 2 siang. Menurut kesaksian Kapten udara Dudi Rahaju Kamarudin, sayap kiri pesawat itu terputus, sayap kanan tertutup lumpur, dan airbrake-nya rusak. Daniel, pemuda kelahiran Bandung, 20 April 1932 itu mengaku telah merusak pesawatnya dengan cara pendaratan darurat di landasan udara.

Meskipun pada awalnya diseret ke pengadilan militer dan terancam hukuman mati, Daniel Maukar akhirnya menerima pengampunan dari Soekarno setelah menjalani hukuman penjara selama 8 tahun dan bahkan tetap mendapatkan dana pensiun dari pemerintah.

Sejak saat itu, setiap kegiatan yang menentang Pemerintah Indonesia selalu disebut dengan tindakan MAKAR yang diambil dari nama Daniel MAUKAR agar jangan sekali-sekali kita melupakan sejarah.

Jaya di Udara Tanpa Halangan

12 September 1963

2 Mei 1983 – 2020

Cerita Di Hari Pilot Dunia

DCEF79B8-3797-4153-AE02-60E94C20FD40

Berangkat dari sebuah cerita film perwira dan ksatria yang diperankan oleh Dede Yusuf di  era tahun 1980-an, kemudian menggemari film-film box office ala Hollywood seperti “Top Gun” ataupun serial iron eagle didukung dengan kehidupan dan lingkungan yang sangat membuat motivasi untuk mewujudkan mimpi dan menjadi kenyataan. Besar di lingkungan Halim Perdanakusuma menjadikan diri semakin termotivasi untuk menjadi penerbang jet tempur TNI Angkatan Udara.

Tiba pada pengalaman terbang pertama kali dengan menggunakan pesawat layang (glider)  saat menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Udara, Jogjakarta. Saat itu cukup mengerikan untuk pertama kalinya karena saya membayangkan bagaimana pesawat tanpa mesin tersebut bisa terbang dengan aman, namun setelah instruktur saya mengajarkan dan memberi keyakinan bahwa  selama sayap glider tersebut tidak lepas dari badannya maka saya akan terus aman selama penerbangan.

Melewati masa pendidikan dengan gembira, akhirnya saya terpilih menjadi seorang siswa  sekolah penerbang menjadi sebuah tantangan dengan motivasi tinggi. Terbang solo pertama  dengan call sign siswa “Sierra 6601” yang menandai angka 66 adalah Sekolah Penerbang Angkatan 66 dan 01 adalah siswa dengan predikat solo pertama untuk angkatan 66.

Marmo Tower…Lima Mike 2004; Lima Mike 2004…Marmo Tower Go Ahead!; Lima Mike 2004 Control by Sierra 6601 Ready for Taxi”.

“Ready for Take Off Sierra 6601”…“Throttle Full Open… speed 40  Kias…unstick…”dan mengudaralah sierra 6601 untuk pertama kalinya di angkasa Indonesia Raya.

Subhanallah…Menakjubkan! Melihat cakrawala luas di depan tanpa batas. Hilang sudah  semua keragu-raguan yang pernah membuat angan-angan. Flying is so amazing! Semakin  membulatkan tekad dan cita-cita saya untuk bisa menjadi seorang penerbang pesawat tempur. Optimistik ”kata bisa“ telah men-stimulasi seluruh panca indera untuk terus berikhtiar hingga cita dan asa terpacai.

Dan ketika turun dari pesawat selain mendapatkan ucapan selamat dari para instruktur, saya juga dapat tambahan “gigs sebagai konsekuensi karena terlalu tegang sehingga tidak meng-acknowledge clearance dari Marmo Tower saat final approach. “Saya berjanji agar tidak  mengulangi kecerobohan yang saya lakukan di kemudian hari”. Demikian kalimat yang harus saya tulis berulang sebanyak seratus kali dalam “gigs” tersebut agar saya selalu ingat setiap kesalahan  dan tidak mengulanginya lagi.

Maka gantungkan cita-citamu setinggi langit dan jangan pernah menyerah!. Menjadi seorang penerbang tempur sudah saya jalani selama 12 tahun dan terus mengabdi untuk menghubungkan Indonesia sebagai negara kepulauan. Terus bercita-cita dan pantang menyerah.

“When i was flying away to the cloudy sky…fly to discover of the world… cause you know i  am an officer…for my pride, for my nation and for the truth….”  

59B8EB49-7A1A-42DA-BE2D-543DEF5539F6

Selamat Ulang Tahun Indonesia

BB2CA3A2-583F-4787-98F0-E761BA6F43F4.jpeg

Indonesia menuju ke tujuh puluh empat tahun sejak usai Belanda dan Jepang hengkang dari bumi nan indah permai ini, bukanlah sebuah bangsa muda yang baru saja muncul paska perang dunia kedua usai, namun adalah sebuah bangsa yang memiliki jati diri kuat namun terhambat.

Hampir dari tiga setengah abad berada dalam administratif eropa walaupun hingga awal abad ke dua puluh masih berdiri beberapa Kesultanan berdaulat sebagai sisa-sisa kejayaan masa lampau sebagai proxy safe house peperangan dunia karena memiliki sumber daya penghasil makanan dan uang yang begitu melimpah untuk para pemenang perang.

Ada Jayakatwang melawan Kertanegara, Sang Raden WIjaya menantang Jayakatwang dan Gajahmada yang berperang dengan Si Menak Jinggo sebagai gambaran politik masa abad pertengahan Indonesia saat itu. Kepentingan golongan bertahta sekian abad di Negeri gemah ripah loh jinawi ini.

Jati diri adalah kebutuhan bagi sebuah bangsa yang ingin kembali menjadi besar. Sebagai contoh adalah Negeri Tionghoa yang pernah runtuh pada awal abad ke dua puluh namun kembali bangkit di era milenial saat ini. Karena mereka memiliki jati diri sebagai pencatat sejarah dunia hingga ribuan tahun yang lalu.

Seperti kata Deng Xiao Ping bahwa “crossing the river by feeling its stones” yang sangat berhati-hati namun cermat dalam mengembalikan kejayaan negerinya.

Wujud politik Indonesia yang sarat dengan kepentingan segala arah dan konspirasi hantu tak berwujud kian lama akan membawa negeri tercinta ini semakin terpuruk. Ulama berselisih dengan eksekutif, rakyat pun menghina legislatif, wong tuo tak dihargai dan bocah-bocah pun tak lagi anggap surga ada di telapak kaki ibunda.

Lalu apa solusi untuk negeri? Tidak ada. Karena terlalu banyak orang pinter tanpa karakter yang menyebabkan setiap orang adalah yang paling benar. Anti kritik dan selesai di meja hijau apabila ada masukkan positif dengan berbagai tuduhan.

Kadang aku berpikir, bahwa negeri ini tidak perlu ada partai politik, tak berguna ada legislatif dan percuma ada eksekutif, cukuplah dengan seperangkat Ketua Kelas, Wakil Ketua, Sekertaris dan Bendahara tanpa ada senggolan kanan dan kiri demi sesuap hasrat harta dan tahta.

Kemudian, dari artikel singkat ini, apakah aku akan ikut berjuang memperbaiki negeriku? Jawabannya adalah TIDAK. Aku hanya ingin mencari rejeki dan berguna bagi anak-anakku abang Najim dan adek Faeyza agar kelak mereka menjadi anak-anak yang soleh dan solehah serta hormat lagi patuh pada orang tua.

Namun, apapun kondisinya, aku tetap Cinta Indonesia, Merdeka!!!

Aku Sudah Lebih Baik Sekarang

649109F5-BAA0-4397-A947-F45215160CAD

97F83800-D66E-4409-A1A7-5249E4C7924126990B96-8580-42B7-B8DD-D73B40BF098A

Tanpa ada sebuah perencanaan dalam hidup akan menjadi seperti cerita dalam sinema elektronik, namun semua terjadi begitu saja mengalir bagaikan aliran air kotor yang akan menjadi bersih ketika terus dialiri oleh aliran air yang lebih bersih.

Aku pernah mencintainya dengan sepenuh hati hingga akhirnya semua rasa itu kebas, kelu tak terasa sama sekali. Terlalu sering kata perpisahan yang diucapkan olehnya dan lupa bagaimana rasa seorang lelaki tanpa harga diri dihadapanya.

Aku korbankan semua prestasi gemilang demi mendapatkan sesuatu yang lebih baik yang begitu diharapkannya, namun semuanya sirna karena syahwat harta tak juga terpuaskan baginya.

Bukan aku tak mau lagi memperbaiki yang sudah retak, namun emosional tak kunjung reda dari dirinya dan semakin hari semakin hilang rasa yang pernah ada itu.

Aku sayang Faeyzaku dan juga Najimku hingga akhirnya kuputuskan untuk berbagi diantara kedua buah hati antara Bandung dan Bekasi. Bagaikan menarik benang dalam tepung, benang ditarik tepung tak tersibak. Pelan namun pasti agar tidak ada yang terlalu terlukai namun aku akant erus berjalan melangkah untuk masa depan yang baru.

Aku tak dendam dan aku memaafkan, namun tak bisa melupakan. Aku tak pernah bisa melupakan setiap detik bersamanya hari-hariku hidup tanpa sebuah harga sebagai pribadi yang tak berarti daripada sebuah harta warisan.

Aku hidup dengan toleransi yang amat besar hingga mengorbankan karir gemilangku untuknya, namun saat ini aku sudah memutuskan dan tak akan mungkin aku pandang ke belakang untuk kembali mengurai kesedihan bertahun-tahun.

Ijinkan aku untuk melangkah kedepan dengan kehidupanku yang sedang aku upayakan tanpa kesedihan di dalamnya dengan seseorang yang membuatku bahagia pagi, siang dan malam, mau mengurus mayatku jika aku nanti mati dan yang tak pernah merasa kekurangan atas sebuah syahwat harta.

Aku yakin, kamu akan temukan sesuatu kehidupan yang kamu harapkan dan sesuai dengan yang kamu butuhkan. Kamu muda dan bertalenta dan aku akan kunjungi Faeyza dikemudian hari maka janganlah kamu sembunyikan si gemasku itu dari hadapanku.

 

Dari ketinggian 35000 kaki kuutarakan isi hatiku yang kelu.

Love Unicorn